DKI Jakarta – Instruktur Persija Jakarta, Mauricio Souza, memandang bahwa salah satu kekuatan utama Borneo FC adalah pertahanan solid mereka, yang dimaksud sekaligus bermetamorfosis menjadi dasar bagi serangan balik cepat yang digunakan mungkin merepotkan tim asuhannya.
Persija akan melawat ke markas Borneo FC untuk memainkan pertandingan BRI Super League 2025/2026 dalam Stadion Segiri, Samarinda, pada Hari Minggu (28/9). Pada laga Super League sebelumnya, Persija menelan kekalahan pertamanya musim ini pada waktu dihantam 0-2 oleh tuan rumah PSM Makassar.
“Saya lihat Borneo tim yang kuat, lalu dia bertahan dengan baik, jadi merekan itu gunakan pertahanan untuk dapat melakukan serangan balik, jadi itu adalah regu yang tersebut fisiknya kuat, kemudian merekan diorganisir dengan baik di lapangan oleh instruktur (Fabio) Lafundes,” kata Souza pada jumpa pers daring, Sabtu.
Borneo FC sendiri memulai Super League musim ini dengan sangat positif. Dari lima pertandingan yang tersebut telah dimainkan, kelompok berjuluk Pesut Etam itu terus-menerus mendulang kemenangan lalu menimbulkan dia berhak menduduki puncak klasemen dengan 15 poin.
Pelatih selama Brasil itu memaparkan timnya menjalani sepekan persiapan dengan baik, meskipun masih merasakan pil pahit akibat kekalahan dari PSM pada Parepare sepekan lalu.
“Biarpun kami tidak ada mendapatkan hasil maksimal dalam pertandingan itu, ada beberapa hal yang mana dapat diperbaiki, mengenai cara kami bermain di lapangan, menerima bola, menerima tekanan lawan juga, jadi seperti saya bilang kami merasakan kekalahan itu, oleh sebab itu kami punya tujuan besar dalam liga tahun ini,” ujar mantan pembimbing Madura United itu.
Persija pada waktu ini menghuni sikap keempat klasemen sementara dengan 11 poin. Setelah menelan kekalahan ke Parepare, Souza pun membidik penampilan bagus ketika bertandang ke Samarinda.
“Kami punya tujuan ke di tempat ini untuk memperlihatkan bahwa kami dapat menampilkan permainan yang baik untuk besok. Dan kami coba untuk dapat main dengan baik supaya dapat hasil maksimal,” tegas Souza.
Pada musim lalu, Persija kalah 0-1 dari Borneo FC di tempat yang sama. Saat itu Muhammad Sihran menjadi pencetak gol semata wayang pada laga tersebut.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan dalam laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.
Artikel ini disadur dari Pelatih Souza nilai salah satu kekuatan Borneo adalah pertahanan solid











