Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Persebaya evaluasi kekalahan demi hasil maksimal lawan Persis

Persebaya evaluasi kekalahan demi hasil maksimal lawan Persis

Surabaya – Pelatih kepala Persebaya Surabaya Eduardo Perez mengumumkan timnya sudah pernah mengevaluasi kekalahan sebelumnya demi meraih hasil maksimal kala menghadapi Persis Solo dalam Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.

“Kami tentu ingin menuntaskan setiap pertandingan dengan 11 pemain. Namun, kadang di pertandingan muncul hal-hal yang digunakan tak diinginkan. Kami harus lebih lanjut berhati-hati sebab kontak kecil pun bisa saja berujung kartu merah,” kata Eduardo di konferensi pers di Surabaya, Sabtu.

Coach Edu, sapaan akrabnya, sudah ada menegaskan hal yang dimaksud terhadap para pemainnya, agar mengelak kontak fisik sekecil apa pun yang dimaksud berujung kartu merah.

Dia memverifikasi gelandang Dejan Tumbas kembali meningkatkan kekuatan regu pasca absen, namun bek berada dalam Risto Mitrevski absen akibat cedera, sedangkan Leo Lelis dan juga Mikael Tata terkena sanksi larangan bermain.

“Dejan pemain yang tersebut sangat penting bagi kami. Kami kehilangan dua pemain dari pertandingan sebelumnya, tapi besok kita lihat siapa yang mana akan tampil,” ucapnya.

Ia menjamin seluruh grup sudah ada siap menghadapi pertandingan penting di dalam domicile dengan optimisme tinggi setelahnya menjalani persiapan intensif sepanjang pekan.

“Kami tahu ini laga penting, tapi saya sangat optimis oleh sebab itu meninjau para pemain berlatih serta bekerja keras setiap hari,” tuturnya.

Persebaya berpeluang memainkan Bruno Moreira yang mana mencatat penampilan ke-100 bersatu klub ini.

“Bermain 100 pertandingan untuk klub besar seperti Persebaya sangat berarti. Bruno pemain yang tersebut luar biasa dan juga punya cinta besar untuk klub ini,” kata Coach Edu.

Pemain Persebaya Rachmat Irianto menyatakan para pemain merasakan tekanan meraih kemenangan laga domicile cukup besar.

“Tentu ini jadi tekanan tersendiri akibat kami berbagai kehilangan poin dalam kandang. Jadi mau bukan mau, besok harus memberikan kemenangan untuk suporter,” kata Rian, sapaan akrabnya.

Putra almarhum Bejo Sugiantoro itu menambahkan, instruktur meminta-minta para pemain melindungi komunikasi positif di dalam lapangan juga bukan saling menyalahkan ketika menghadapi situasi sulit.

“Kalau bermain dengan sembilan pemain itu sangat sulit, jadi kami harus meminimalkan kesalahan. Jangan saling menyalahkan, masih menyokong satu identik lain,” ujarnya.