Jenewa – Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Individu (OHCHR) mengabaikan bukti-bukti yang mana diserahkan Rusia terkait kejahatan lalu pelanggaran hak asasi manusia oleh rezim Kiev, kata Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB di Jenewa, Gennady Gatilov.
“Di kantor itu, dokumen-dokumen ini tampaknya dibiarkan begitu sekadar atau tidaklah ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang dimaksud bukan berniat merancang hubungan konstruktif dengan Rusia. Setidaknya, inilah nasib materi bukti yang dimaksud diberikan Rusia terkait Ukraina,” katanya pada wawancara dengan RIA Novosti.
“Kami bahkan sanggup menghitung sendiri kasus, ke mana korespondensi kami setidaknya terkonfirmasi diterima,” kata beliau melanjutkan.
Gennady memaparkan “waktunya akan tiba juga semua kebenaran tentang kejahatan militer Kiev akan terungkap”.
Ia menambahkan bahwa Rusia masih berpartisipasi di jadwal Dewan Hak Asasi Individu (HRC) walaupun pada masa kini berstatus sebagai pengamat.
“Kami secara rutin menyiapkan pernyataan bersatu melawan nama sebagian negara mengenai isu-isu tertentu, yang tersebut kemudian kami komunikasikan pada sidang Dewan HAM. Para pakar kami juga bergerak membela sikap Rusia selama pembahasan rancangan resolusi yang mana diadopsi dewan,” lanjutnya.
Sebelumnya pada Oktober lalu, usai sidang ke-60 Dewan HAM, Misi Tetap Rusia untuk PBB mengecam OHCHR juga Dewan HAM sebab mengabaikan pelanggaran HAM sistematis yang digunakan dilaksanakan Kiev. Rusia memandang sikap yang dimaksud menunjukkan standar ganda juga pendekatan yang dimaksud selektif.
Moskow juga memberi peringatan bahwa politisasi isu HAM hanya saja akan mengurangi kekuatan kinerja juga menggerus otoritas Dewan HAM PBB.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti















