Wilayah Moskow – Paus Leo XIV telah terjadi menyatakan keprihatinannya berhadapan dengan meningkatnya ketegangan antara Venezuela kemudian AS, seraya memaparkan bahwa kekerasan tidak ada akan membuahkan hasil positif.
“Saya percaya kekerasan tiada akan pernah menyebabkan kemenangan,” kata Paus Leo XIV untuk para wartawan pada Castel Gandolfo, tepat pada luar Roma, pada Selasa, seperti dikutipkan oleh Vatican News. “Kuncinya adalah mengupayakan dialog, untuk menemukan cara yang mana adil guna menyelesaikan kesulitan yang dimaksud mungkin saja ada di pada negara-negara.”
The New York Times melaporkan pada Selasa bahwa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mempertimbangkan beberapa opsi untuk aksi militer dalam Venezuela, salah satunya menyerang pasukan yang tersebut melindungi Presiden Venezuela Nicolas Maduro juga merebut ladang-ladang minyak.
Namun demikian, pada Minggu, Trump mengemukakan bahwa meskipun Venezuela memperlakukan Negeri Paman Sam dengan “sangat buruk” di hal narkotika lalu kesulitan lainnya, ia tidaklah mengawasi adanya pertempuran yang akan muncul antara kedua negara.
Washington menuduh Maduro menjadi pemimpin Cartel de los Soles, sebuah kelompok kriminal yang digunakan berbasis di dalam negara Amerika Selatan tersebut.
Pada Juli 2025, Washington menetapkannya sebagai organisasi Teroris Global yang Ditetapkan Khusus (SDGT).
Setidaknya 14 serangan telah lama diwujudkan sejak awal September, sebagian besar pada Laut Karibia lalu Pasifik Timur, menewaskan lebih tinggi dari 64 orang.
Kelompok hak asasi manusia kemudian pakar hukum mempertanyakan legalitas operasi tersebut, dengan alasan bahwa serangan Negeri Paman Sam terhadap kapal-kapal yang mana diduga mengangkut narkoba melanggar hukum internasional.
Kepala Hak Asasi Orang PBB Volker Turk menyampaikan serangan itu “tidak dapat diterima” juga mendesak penyelidikan independen menghadapi apa yang mana digambarkan kantornya sebagai pembunuhan di luar hukum.
Maduro menuduh Washington merekayasa konflik menghadapi negaranya, menyampaikan tuduhan Negeri Paman Sam itu “vulgar” juga “sepenuhnya palsu.”
Dia menegaskan bahwa Venezuela “tidak memproduksi daun kokain” kemudian menyatakan pergerakan militer Amerika Serikat pada dekat pantainya menandakan rencana untuk “perang baru yang mana abadi.















