Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Polisi: Terduga penculikan dalam Kedoya Jakbar orang ODGJ

Polisi: Terduga penculikan pada Kedoya Jakbar pemukim ODGJ

DKI Jakarta – Kepolisian menyebutkan individu wanita yang dimaksud diduga sebagai pelaku percobaan penculikan di kawasan Gang Malvinas, Kebon Jeruk, Ibukota Indonesia Barat pada Selasa (4/11), ternyata pendatang dengan gangguan jiwa jiwa (ODGJ).

Kasat Reskrim Polres Metro DKI Jakarta Barat, AKBP Arfan Sipayung pada saat dikonfirmasi ke Jakarta, Rabu, mengemukakan bahwa wanita itu mengalami kelainan kejiwaan.

“Ibu ini punya trauma masalah anaknya, gangguan mental mental,” katanya.

Arfan juga menyampaikan bahwa anak perempuannya yang tersebut dibawa pada waktu datang ke Gang Malvinas sudah pernah dikembalikan ke rumahnya. Sementara, ibu-ibu yang mana ternyata mengalami gangguan jiwa kejiwaan itu diserahkan oleh pihak kepolisian terhadap Dinas Sosial.

“Jadi kemarin itu secara langsung anaknya kami kembalikan ke pendatang tuanya, sementara ibunya kami serahkan ke Dinas Sosial,” ujarnya.

Salah individu warga Gang Malvinas, Jalan Kedoya Pesing RT 03 RW 02 Kebon Jeruk Wiwin (38) mengaku anaknya yang digunakan berusia lima tahun sempat dibawa oleh pelaku.

“Anak saya umur lima tahun sempat ditarik-tarik identik terduga pelaku,” katanya.

Wanita itu sudah datang ke permukiman Gang Malvinas banyaknya empat kali dengan gelagat mencurigakan. “Dia datang tuh motornya diumpetin dalam gang, terus jalan aja sepanjang gang sambil diam-diam videoin rumah-rumah gitu,” kata Wiwin.

Wanita itu pertama kali datang pada hari terakhir pekan (31/10) lalu, pada waktu status sepi. “Pertama, datang hari Jumat. hari terakhir pekan sepi warga pada Jumatan. Katanya ia lihat anaknya duduk dalam sini, di dalam depan rumah saya,” ujarnya.

Dua hari kemudian, wanita itu kembali datang lalu memaksa masuk ke salah satu rumah warga yang dimaksud sedang kosong dikarenakan ditinggal pulang kampung, dengan dalih anaknya ada disembunyikan di dalam.

“Dipanggil lah Pak RT mirip warga, dibukain itu pintunya, kosong. Soalnya yang mana punya lagi pulang kampung. Dia malah nuduh ‘berarti anak saya dibawa pulang kampung’ gitu,” ujar Wiwin.

Saat itu, warga melepas wanita yang dimaksud oleh sebab itu mengira pelaku miliki masalah kejiwaan kemudian stres oleh sebab itu mencari anak. Namun, wanita itu kembali datang selama dua hari berturut-turut.

Wanita itu bahkan sempat masuk ke sebuah warung kelontong kemudian mencoba mendebarkan anak pemilik warung, tetapi dengan segera ditegur oleh penduduk tua anak tersebut.

“Emaknya dengan segera teriak dong akibat anaknya ditarik. Si ibu itu segera kabur pakai motor ke arah jalan raya,” kata Wiwin.

Pada Selasa petang sekitar pukul 17.30 WIB, wanita itu nekat kembali lagi. Saat itu, ia tak datang sendiri, melainkan bersatu manusia pria lalu individu anak perempuannya.

“Dia datang dua motor. Dia boncengin anaknya cewek, satu motor lagi ada laki-laki di dalam belakangnya,” jelas Wiwin.

Warga yang mana telah mengenali pelaku secara langsung waspada kemudian segera menghampiri pada waktu ia berjalan masuk dan juga mendebarkan pribadi anak. Namun, ketika warga mengerumuni pelaku, pria yang datang menggunakan motor lain dengan segera melarikan diri.

“Nah itu waktu disamperin, digeledah ternyata ia bawa tas isinya print foto anak-anak gitu banyak banget, saya kan takut apa ini pendatang stres atau sindikat penculik?,” ujar Wiwin.

Meski begitu, Wiwin dan juga warga lainnya permanen menaruh curiga akibat merasa ada gelagat bahwa pelaku sengaja bersikap seperti memiliki gangguan mental kejiwaan.

“Jujur kalau saya ngerasanya kayak akting doang dia, pemukim beliau sanggup ngincer anak, terus ia aja sadar sejenis motornya minta jangan diapa-apain. Sorot matanya tuh normal,” ujarnya.

Sebagian warga yang digunakan kesal dikarenakan anaknya sempat ingin dibawa kabur oleh pelaku pun melampiaskan emosinya. Namun, warga lainnya mencoba menenangkan situasi agar tak menghakimi pelaku dan juga menyarankan agar pelaku dibawa ke Mapolres Metro DKI Jakarta Barat.

“Akhirnya marah dah orang-orang sini, kayaknya udah jengkel, beliau ke di lokasi ini lagi, di lokasi ini lagi. Ngincar anak-anak terus meresahkan, dibawa tuh ke Polres,” tutur Wiwin.