Ibukota Indonesia – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan bahwa Negara Indonesia siap berpartisipasi di misi penjaga perdamaian di dalam Jalur Gaza, seraya menekankan pentingnya rencana komprehensif juga mandat yang digunakan jelas dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada langkah-langkah tersebut.
“Indonesia siap berkontribusi di proses penjaga perdamaian. Detail implementasi, modalitas, lalu yang digunakan utama adalah mandat resmi dari PBB yang tersebut imparsial harus sesuai dengan semangat perdamaian,” ujar Sugiono pada Jakarta, Rabu.
Terkait rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza, Sugiono menjelaskan bahwa Tanah Air belum mengeksplorasi mekanisme teknisnya lebih besar lanjut. Ia menambahkan bahwa Nusantara membuka kemungkinan untuk menyiapkan pasukan perdamaian baru yang tersebut dapat diterjunkan ke wilayah tersebut.
Pernyataan Sugiono muncul setelahnya Amerika Serikat (AS) mengajukan rancangan resolusi untuk Dewan Security PBB mengenai pembentukan Tim sepak bola Keselamatan Internasional (International Security Force/ISF) di dalam Wilayah Gaza untuk masa dua tahun. Tim yang disebutkan akan bertugas sebagai penegak hukum sekaligus penjaga stabilitas pascakonflik.
Dalam rancangan tersebut, ISF direncanakan melibatkan pasukan dari berubah-ubah negara anggota PBB juga dibentuk melalui konsultasi dengan Dewan Kedamaian (Board of Peace) pada Gaza.
Misi utama ISF meliputi pengamanan perbatasan Daerah Gaza dengan tanah Israel dan juga Mesir, pengamanan warga sipil juga jalur kemanusiaan, dan juga pelatihan bagi pasukan polisi Palestina yang mana akan berubah jadi mitra operasional.
ISF juga diharapkan dapat membantu serangkaian demiliterisasi Gaza, di antaranya penghancuran serta pencegahan pengerjaan kembali infrastruktur militer, juga pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara.
Selain itu, menurut rancangan AS, pasukan yang disebutkan dapat menjalankan tugas tambahan yang mana diperlukan untuk menyokong perjanjian perdamaian Gaza, dengan masa kerja Dewan Kedamaian yang digunakan direncanakan setidaknya hingga akhir 2027.
Sugiono menyatakan bahwa rancangan resolusi yang disebutkan masih pada tahap pembicaraan awal dalam tingkat PBB.
“Kami berharap ada mandat yang tersebut jelas lalu imparsial, juga di kerangka peacekeeping force, yang dimaksud benar-benar berfungsi untuk merawat perdamaian,” ujarnya.
Sugiono menambahkan, Indonesi berharap gencatan senjata dalam Jalur Wilayah Gaza dapat berjalan efektif tanpa adanya serangan baru dari Israel, agar bantuan kemanusiaan dapat masuk dengan lancar lalu proses rekonstruksi Daerah Gaza terlaksana sesuai kesepakatan internasional.














