Serang – Dua atlet renang Provinsi Banten berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada kompetisi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII Tahun 2025 pada Jakarta.
Pada hari ketiga pelaksanaan, Selasa (4/11), cabang olahraga renang menyumbangkan dua medali, setiap-tiap satu emas dan juga satu perak, untuk kontingen Banten, dengan medali emas diraih Michelle Suryadi Fang pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu putri.
“Saya harus meningkatkan lagi kemampuan. Hal ini memacu saya untuk tambahan giat berlatih,” ujar Michelle, siswi kelas IX SMA Pohoa Kota Tangerang, di siaran pers Biro Adpim Pemprov Banten dalam Perkotaan Serang, Rabu.
Michelle mencatatkan waktu 1 menit 2,19 detik, unggul tipis dari perenang Jawa Barat Gween Kimberly Yosaputera dengan 1 menit 2,49 detik, dan juga perenang Jawa Timur di tempat ketiga dengan 1 menit 2,73 detik.
Prestasi ini melengkapi capaian Michelle yang sehari sebelumnya juga menyabet medali emas pada nomor 400 meter gaya ganti perorangan. usai menerima medali.
Sementara itu, medali perak disumbangkan oleh Eiffelyn Loadikia Rose DP pada nomor 200 meter gaya dada putri. Ia mencatatkan waktu 2 menit 41,01 detik, hanya sekali terpaut tipis dari peraih emas selama Jawa Barat, Alfira Anandika, yang digunakan mencatatkan waktu 2 menit 40,92 detik. Tempat ketiga ditempati Zahra Zafira Khairunnisa dari Sumatera Selatan dengan 2 menit 42,36 detik.
Pelatih renang Michelle, Wiyanto, memaparkan bahwa gaya kupu-kupu merupakan spesialisasi utama atletnya. “Secara nasional, Michelle di antaranya perenang terbaik dalam nomor tersebut. Untuk mempertahankan prestasi ini, ia harus meningkatkan jumlah latihan,” ujarnya.
Dengan tambahan dua medali dari cabang renang, tempat kontingen Banten pada klasemen sementara perolehan medali Popnas 2025 diperkirakan naik. Kejayaan ini juga menunjukkan peningkatan kualitas pembinaan atlet pelajar dalam daerah.
Ajang Popnas XVII/2025 yang dimaksud berlangsung di dalam Ibukota Indonesia berubah jadi kesempatan penting bagi area untuk menampilkan prospek atlet muda. Banten sendiri menurunkan puluhan atlet dari bervariasi cabang olahraga, dengan target memperbaiki sikap perolehan medali dari edisi sebelumnya.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Banten, Arif Agus Rakhman, menyatakan dukungan penuh pemerintah area terhadap para atlet pelajar yang digunakan berlaga di dalam Popnas. “Prestasi merek adalah kebanggaan penduduk Banten kemudian berubah menjadi bukti nyata keberhasilan pembinaan olahraga pelajar di dalam daerah,” katanya.













