Ibukota – Kapten timnas U-17 Tanah Air Putu Panji mengajukan permohonan maaf akibat gagal menghadirkan timnya melangkah lebih banyak berjauhan pada Piala Planet U-17 2025 Qatar.
Perjalanan Negara Indonesia dalam Piala Bumi U-17 edisi ke-20 ini resmi berakhir ke putaran grup, Grup H, setelahnya mereka itu menempati peringkat tiga dengan tiga poin. Ada delapan grup peringkat ketiga terbaik yang dimaksud dapat lolos ke sesi 32 besar, namun Nusantara tak masuk ke pada daftar itu akibat kalah selisih gol dari tim-tim peringkat tiga dari grup lainnya.
“Mohon maaf langkah kami berhenti dalam sini, tapi bukan dengan api semangat kami yang mana ingin tetap mengakibatkan Tanah Air terbang lebih lanjut tinggi,” kata Panji di Instagram resminya, Rabu.
Meski gagal lolos, perjalanan Negara Indonesia di dalam Piala Global U-17 2025 ditutup dengan rasa bangga. Pasalnya, pada laga terakhir bertarung dengan Honduras, Senin, mereka itu meraih kemenangan 2-1.
Kemenangan ini adalah kemenangan pertama yang digunakan diraih Indonesia ke Piala Planet U-17 dari total enam pertandingan yang dimaksud merek mainkan selama dua edisi dari 2023 saat bermain sebagai tuan rumah.
Panji menyebut, apa yang dilaksanakan timnya di Piala Bumi U-17 adalah bukti bahwa Nusantara bisa saja berada di panggung sepak bola dunia.
“Perjalanan kami tak ringan di Piala Global ini, tapi tiada menghentikan mata dengan perjuangan kami selama ini lalu terbukti bahwa Indonesia bisa jadi berada dalam panggung sepak bola dunia,” kata pemain Bali United tersebut.
Panji memiliki 17 penampilan dalam timnas U-17, yang digunakan tiga di antaranya berjalan ke Piala Global U-17 2025. Ia tampil penuh di dua laga pertama menghadapi Zambia juga Brasil yang digunakan diakhiri dengan kekalahan.
Pada laga terakhir kontra Honduras, Panji hanya saja bermain 79 menit setelahnya ia mendapatkan cedera. Pada pertandingan itu, ia digantikan oleh Lucas Lee.
“Saya bersyukur sanggup berada di tahap ini juga ingin menyampaikan terima kasih untuk staff pembimbing serta para official yang tersebut berada pada di tim. Dan rekan-rekan seperjuangan saya dari awal pembentukan regu sampe Piala Global ini,” ungkap Panji.
“Dan tentunya seluruh komunitas Tanah Air yang digunakan terus-menerus menggalang perjuangan kami dari awal sampai pada waktu ini sekali lagi kami mengucapkan terima kasih yang mana sebesar-besarnya,” tutup dia.











