Ibukota – Kementerian Perlindungan Perempuan dan juga Anak (KemenPPA) menegaskan aborsi ilegal adalah bentuk pelanggaran serius terhadap hak anak.
“Kasus ini merupakan bentuk pelanggaran penting terhadap hak anak, khususnya hak untuk hidup sebagaimana diatur di Undang-Undang Perlindungan Anak (UU No. 35 Tahun 2014),” kata perwakilan KemenPPA, Atwirlany Ritonga pada waktu konferensi pers ke Jakarta, Rabu.
Ia juga menyebutkan sangat prihatin meninjau data yang mana diungkap Polda Metro Jaya di persoalan hukum praktik aborsi ilegal yang disebutkan yaitu sekitar 361 janin atau calon bayi.
Ia juga menambahkan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan kepolisian serta instansi terkait lainnya untuk menjamin bahwa proses hukum berjalan dengan tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Selain itu, kami juga menyoroti pentingnya edukasi bagi masyarakat, teristimewa bagi para perempuan kemudian remaja, agar tidaklah terjerumus ke di praktik-praktik ilegal yang mana sangat membahayakan nyawa serta keseimbangan ini,” katanya.
Ia juga meminta seluruh lapisan rakyat untuk lebih banyak peduli lalu berani melaporkan apabila menemukan indikasi adanya praktik sama di dalam lingkungannya.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Negara harus hadir untuk meyakinkan setiap anak mendapatkan haknya, bahkan sejak di kandungan,” katanya.
Sebelumnya, praktik itu sendiri sudah ada dibongkar oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, walau sudah ada beroperasi selama dua tahun, ke Ibukota Indonesia Timur (Jaktim).
“Sudah berlangsung dari 2023 sampai dengan November 2025, dengan pasien banyaknya 361 orang,” kata Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Edy Suranta Sitepu.
Dari tindakan hukum tersebut, telah ditetapkan tujuh terdakwa yang mana berhasil ditangkap yakni tiga perempuan berinisial NS berperan sebagai eksekutor, RH berperan membantu NS di tindakan aborsi serta M berperan sebagai admin juga penjemput pasien, untuk KWM serta R sebagai pasien aborsi.
“Sedangkan dua pria berinisial LN mencari juga menyewa tempat aborsi dan juga YH berperan sebagai pengelola admin situs,” katanya.















