Ibukota – Tunggal putra Alwi Farhan mengemukakan Tanah Melayu Open 2026 adalah kesempatan penting untuk mengawali perjalanan kompetisi musim 2026, khususnya di mengakumulasi poin agar tampil di BWF World Tour Finals 2026.
Turnamen Super 1000 yang digunakan bergulir di dalam Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada 6–11 Januari itu bermetamorfosis menjadi kompetisi pembuka kalender musim lalu titik awal perburuan poin bagi para pemain menuju rangkaian kompetisi sepanjang tahun ini.
“Bangga mampu masuk Super 1000 dari awal tahun. Tahun baru semuanya dimulai dari nol, race to Hangzhou-nya juga kembali terbuka,” kata Alwi pada keterangan resmi PP PBSI, Minggu.
Menurut Alwi, pertandingan pembuka musim selalu menghadirkan tantangan tersendiri sebab seluruh pemain datang dengan semangat lalu motivasi baru.
Dia memilih fokus menampilkan permainan terbaik tanpa terbebani target jangka pendek.
“Di kejuaraan pertama ini semua khalayak punya semangat yang baru, antusias yang digunakan baru, begitu pun juga saya,” ujarnya.
Alwi berharap kesempatan positif akhir musim sesudah itu bermetamorfosis menjadi modal untuk memulai 2026 dengan performa stabil. Ia menyampaikan kesempatan tampil pada kompetisi Super 1000 sejak awal musim perlu dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Kita maksimalkan kesempatan lalu kesempatan yang tersebut ada. Saya ingin mengeluarkan permainan terbaik,” kata Alwi.
Meski demikian, Alwi menegaskan fokus utamanya adalah berupaya maksimal dan juga mengutarakan hasil akhir pada proses.
“Tugas saya cuma berusaha, sisanya saya pasrahkan hasilnya terhadap Tuhan,” ujarnya.
Malaysia Open berubah menjadi pertandingan dengan tingkat persaingan tertinggi di kalender BWF.
Bagi Alwi, kompetisi ini berubah jadi panggung awal untuk mengukur kesiapan serta membuka langkahnya selama 2026.
Dalam tunggal putra Negara Indonesia juga miliki Jonatan Christie, sedangkan tunggal putri diwakili Putri Kusuma Wardani.















