Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Negeri Paman Sam dorong aliran bantuan ke Daerah Gaza jelang gencatan senjata fase 2

Negeri Paman Sam dorong aliran bantuan ke Daerah Kawasan Gaza jelang gencatan senjata fase 2

Washington – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio, Hari Jumat (19/12) mengemukakan Washington ingin peningkatan aliran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, diantaranya ke wilayah-wilayah yang tersebut masih berada pada bawah kendali Hamas.

“Kami ingin terus meninjau aliran bantuan meningkat ke bagian-bagian Kawasan Gaza yang tersebut masih berada pada bawah kendali Hamas,” kata Rubio terhadap wartawan di konferensi pers ke Departemen Luar Negeri AS.

Ia menyatakan bahwa gencatan senjata ketika ini masih berlaku lalu permusuhan berskala besar telah dilakukan mereda dibandingkan fase-fase awal perang, walau bervariasi tantangan besar terus ada.

Menurut Rubio, fokus ketika ini adalah menyelesaikan sepenuhnya penyelenggaraan fase pertama gencatan senjata sebagai langkah menuju fase kedua juga ketiga.

Ia menganggap situasi relatif damai untuk sebagian besar waktu, meskipun terdapat dugaan pelanggaran. Rubio menambahkan bahwa merawat kepatuhan terhadap kesepakatan membutuhkan pemantauan serta aksi lanjut yang mana dikerjakan setiap hari secara berkelanjutan.

“Itulah sebabnya kami bergerak cepat, dengan prioritas mencapai tahap pada mana pasukan stabilisasi sudah ada terbentuk, berada pada bawah pengawasan badan perdamaian, juga pada akhirnya dikelola oleh entitas teknokratis Palestina yang mampu meningkatkan kapasitasnya di menjalankan pemerintahan,” ujarnya.

Rubio juga ditanya mengenai rencana pembentukan Pasukan bola Stabilisasi Internasional, di antaranya kemungkinan peran Pakistan.

“Kami sangat berterima kasih terhadap Pakistan menghadapi tawarannya untuk terlibat,” katanya. “Namun, kami masih penting memberikan beberapa orang penjelasan tambahan sebelum meminta-minta komitmen penuh dari pihak mana pun.”

Ia menjelaskan bahwa Negeri Paman Sam ingin terlebih dahulu mengumumkan pembentukan majelis perdamaian dan juga badan teknokratis Palestina yang digunakan akan menangani tata kelola harian di dalam Gaza.

“Setelah itu terbentuk, barulah kami dapat memantapkan pasukan stabilisasi, termasuk mekanisme pendanaannya, aturan keterlibatan, juga perannya pada rute demiliterisasi dan juga aspek lainnya,” ujar Rubio.

Kesepakatan gencatan senjata antara negara Israel juga gerakan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober. Fase pertama mencakup penghentian pertempuran, pengunduran sebagian pasukan Israel, pertukaran sandera lalu tahanan, juga masuknya bantuan kemanusiaan secara penuh ke wilayah Palestina tersebut.

Fase kedua, sebagaimana tercantum di rencana 20 poin Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mencakup pengerahan Pasukan sepak bola Stabilisasi Internasional, pelucutan senjata Hamas, evakuasi penuh pasukan Israel, dan juga pembentukan komite teknokratis Palestina untuk memerintah Kawasan Gaza secara sementara.

Terkait transisi ke fase kedua, Rubio mengemukakan bahwa penyelesaian fase pertama berubah menjadi prasyarat utama. Ia menegaskan pemerintah Amerika Serikat bekerja setiap hari untuk mencapai tahapan tersebut.

Warga Palestina menuduh negeri Israel berulang kali melanggar gencatan senjata yang mana menghentikan pertempuran selama dua tahun. Konflik yang disebutkan dilaporkan sudah pernah menewaskan lebih banyak dari 70.000 orang, sebagian besar perempuan lalu anak-anak, dan juga melukai lebih tinggi dari 170.000 warga sejak Oktober 2023.

Kementerian Kesejahteraan Wilayah Gaza menyatakan sedikitnya 395 warga Palestina tewas serta 1.088 lainnya terluka akibat serangan tanah Israel sejak gencatan senjata diberlakukan.