Ibukota – Pendiri kompetisi bola basket antarsekolah DBL, Azrul Ananda, gembira mengamati dua kementerian yakni Kementerian Pemuda dan juga Olahraga (Kemenpora) serta Kementerian Pendidikan Dasar lalu Menengah (Kemendikdasmen) mendiskusikan lebih tinggi lanjut mengenai penyelenggaraan student-athlete.
Azrul yang digunakan telah berkecimpung pada planet akar rumput basket usia dini sejak 20 tahun silam ini sangat terbuka dengan pembahasan mengenai student-athlete yang diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang jarak jauh lebih tinggi fit untuk para pelajar yang ingin berkarir sebagai atlet.
“Saya ingatkan saya hari ini sangat bahagia dikarenakan untuk kali pertama ada diskusi secara langsung lalu perdebatan secara langsung antara Kementerian Pendidikan Dasar lalu Menengah juga Kementerian Pemuda lalu Olahraga,” kata Azrul seusai mengisi panel ke Indonesia Sports Summit 2025 ke Tanah Air Arena, Jakarta, Minggu.
“Karena passion hidup saya adalah student-atlhlete bagaimana anak itu harus sanggup seimbang antara kalau ia punya bakat jadi atlet, tapi beliau terus harus mengutamakan, menyeimbangkan dengan akademiknya,” ujar ia menambahkan.
Azrul menunjukkan bahwa konsep student-athlete sudah sangat umum diterapkan di negara progresif seperti Amerika Serikat.
Ekosistem student-athlete tentu sekadar sangat memudahkan lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang digunakan bisa jadi menghadirkan olahraga dalam negara yang disebutkan sangat jauh lebih lanjut berprestasi.
“Kita dapat berkolaborasi antara kementerian dengan pihak-pihak swasta bukanlah semata-mata dengan DBL, bagaimana memproduksi biosfer olahraga dalam Nusantara ini sejak dini, sejak khususnya dari sekolah-sekolah itu bisa saja berubah menjadi sesuatu yang mana lebih tinggi terarah, tambahan terfokus,” katanya.
Azrul memandang bahwa perjumpaan dalam Indonesi Sports Summit kali ini bisa jadi berubah menjadi titik awal lahirnya ledakan talenta olahraga Indonesia.
Dengan adanya kerjasama ini, Azrul berharap bahwa ke depannya tidaklah ada permasalahan tumpang tindih terkait dengan penyelenggaraan kompetisi pelajar antar klub di masa sekolah yang tersebut masih di kalender terlibat sehingga menyulitkan para siswa untuk belajar.
Azrul yang juga merupakan Wakil Ketua PB Perbasi Area Kompetisi lalu Pembinaan mengumumkan bahwa di basket akan menerapkan konsep yang dimaksud hampir sebanding dengan Amerika Serikat yakni mengatur Kejuaraan Nasional Antarklub dengan memasuki masa libur sekolah sehingga tiada mengganggu rute belajar mengajar.















