Martapura, Kalsel – PS Barito Putera memprotes kepemimpinan wasit Juandi Hidayatullah akibat dinilai tidak ada adil pada pertandingan ketika menjamu Persela Lamongan FC pada pekan keenam Grup 2/Timur Championship di dalam Stadion Demang Lehman Martapura, Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu.
Dalam pertandingan itu, Barito kalah dengan skor 0-1 dari Persela tanpa diperkenalkan pembimbing kepala Stefano “Teco” Cugurra di dalam pinggir lapangan akibat terkena akumulasi kartu pada pertandingan sebelumnya.
“Ini bukanlah hasil yang digunakan kami inginkan kala bermain di dalam kandang. Padahal pemain sudah ada bekerja keras sepanjang pertandingan,” kata Asisten Instruktur PS Barito Putera Isnan Ali seusai laga di Conference Room Stadion Demang Lehman, Hari Sabtu malam.
Menurut dia, tim tamu banyak mengulur waktu sepanjang laga, sehingga menyulitkan Barito untuk mengontrol tensi permainan sehingga pemain kerap terpancing emosi di dalam lapangan.
“Wasit kurang tegas, ada beberapa pelanggaran berbahaya dari Persela yang digunakan sebenarnya fatal. Harusnya wasit bisa jadi melindungi pemain dengan memberikan kartu untuk pemain yang kasar, namun wasit tidak ada melakukannya,” ujar Isnan.
Setelah mengalami kesulitan di dalam putaran pertama, skuad asuhnya mencoba memperbaiki strategi permainan dalam sesi berikutnya.

Baca juga: Persela FC menang tipis satu-nol dalam markas Barito Putera
Pada waktu berjalan fase kedua, Isnan mengungkapkan wasit kembali merugikan Barito lantaran bukan memberikan hadiah penalti ketika pemain Persela melanggar pemain Barito ke kotak terlarang.
Isnan pun mengungkapkan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi pemain Barito Putera untuk dapat lebih banyak mengontrol emosi saat berulang kali dipancing dengan gaya permainan lawan.
Puncak tensi permainan itu terbentuk ketika pemain Persela FC Esteban Vizcarra mencoba mengulur waktu ketika hendak digantikan pemain cadangan di dalam menit ke-89.
Melihat Vizcarra berjalan lambat, pemain Barito Alexsandro menghampiri juga mengajukan permohonan Vizcarra berjalan lebih banyak cepat namun justru mendapat balasan sikutan tangan dari Vizcarra. Wasit secara langsung mengganjar Vizcarra dengan kartu merah.
“Ini pelajaran berharga bagi kami. Karena kami punya target untuk kembali tampil ke Kejuaraan 1 pada musim depan. Sepak bola mengakses cuma taktik, berperang psikologi dengan lawan juga berubah menjadi salah satu komponen penting. Kami ingin fokus pertandingan pekan depan di lumbung Persipura Jayapura,” ujar Isnan.
Pelatih Persela FC Ragil Sudirman mengaku skuadnya sudah pernah bekerja keras juga mampu mengikuti semua arahannya dari pinggir lapangan.
“Pemain mampu mengikuti instruksi saya. Terima kasih untuk para pendukung, khususnya yang tersebut ada pada Banjarmasin. Tanpa dukungan, pertandingan ini sulit bagi kami,” tutur Ragil.
Pemain Persela FC Alberto Goncalves bersyukur berhadapan dengan tiga poin dari stadion Barito yang dimaksud pada waktu ini menjadi pemimpin puncak klasemen sementara Kompetisi 2 Group Timur.
Mantan pemain Timnas Nusantara itu mengakui bahwa Barito Putera memiliki pemain yang dimaksud berkualitas sehingga berubah menjadi kebanggaan bisa jadi mencuri poin di dalam Stadion Demang Lehman.
“Saya sangat senang sanggup menang. Meskipun Barito pasukan kuat, kami fokus kerja keras. Kalau tak kerja keras, susah dapat tiga poin dalam rumah Barito. Terlepas dari situasi pertandingan ini, saya minta maaf kalau ada salah dalam lapangan. Di lapangan memang sebenarnya kadang emosi,” ujar Beto.
Baca juga: Komdis PSSI beri empat sanksi ke Persiraja hingga didenda Rp110 juta
















