Beijing – otoritas China secara resmi mengajukan menentang melawan penghancuran monumen yang tersebut menunjukkan partisipasi Tiongkok terhadap Terusan Panama.
“China menyesalkan penghancuran paksa oleh otoritas setempat yang tersebut terkait dalam Panama, serta telah dilakukan memprotes untuk Panama. Persahabatan antara rakyat China kemudian Panama sudah pernah berlangsung lama,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian pada konferensi pers ke Beijing, Senin.
Kantor wali kota Arraijan, Panama, pada Hari Sabtu (27/12) waktu malam memerintahkan penghancuran monumen yang digunakan dibangun pada 2024 sebagai lambang kontribusi China terhadap Terusan Panama sekaligus persahabatan kedua negara. Monumen itu berlokasi dalam dekat pintu masuk Terusan Panama.
Kantor wali kota menyatakan di sebuah pernyataan bahwa monumen tersebut, yang dimaksud menghadap jalur air yang membentang dalam Jembatan Amerika, mengalami kecacatan struktural yang dimaksud memunculkan “risiko.”
Namun, Presiden Panama Jose Raul Mulino mengutarakan pada Hari Minggu (28/12) bahwa “tidak ada pembenaran mirip sekali untuk tindakan biadab yang dimaksud dilakukan,” menyebutnya sebagai “tindakan irasional yang tersebut tak termaafkan.”
“Monumen yang dimaksud berdiri sebagai saksi serta peringatan tegas melawan persahabatan yang digunakan telah terjadi berlangsung lama antara China kemudian Panama, dan juga melawan partisipasi luar biasa dari para pekerja China yang tersebut melakukan perjalanan melintasi samudera ke Panama pada abad ke-19 untuk membantu merancang Jalur Kereta Api Kembar Samudera juga Terusan Panama,” ungkap Lin Jian.
Beberapa pekerja, kata Lin Jian, bahkan mengorbankan nyawa merekan selama pembangunan.
“Monumen yang dimaksud juga merupakan pengakuan menghadapi integrasi warga China ke di komunitas lokal. Penghancuran paksa adalah tindakan yang sangat buruk,” tegas Lin Jian.
Lin Jian menyampaikan penghancuran monumen itu sangat melukai perasaan komunitas Tionghoa yang dimaksud besar dalam Panama kemudian bertentangan dengan kesempatan keseluruhan persahabatan China-Panama.
“China mencatatkan bahwa pembongkaran paksa yang disebutkan telah lama menyebabkan kemarahan ke Panama.
Presiden Mulino secara terbuka mengutuk tindakan tersebut. Kantor kepresidenan telah terjadi memerintahkan konstruksi kembali monumen yang disebutkan di area aslinya segera,” kata Lin Jian.
Lin Jian pun mengatakan China telah terjadi meminta-minta Panama untuk menyelidiki hambatan ini hingga tuntas, memperbaiki kesalahan pemerintah setempat lalu menghilangkan dampak negatifnya secepat mungkin.
Penghancuran yang disebutkan muncul pasca Presiden Negeri Paman Sam Donald Trump di beberapa bulan terakhir mengancam akan mengambil alih kendali terusan yang dimaksud dengan alasan Beijing memiliki terlalu sejumlah pengaruh pada operasionalnya.
Terusan Panama dibangun Amerika Serikat pada awal abad ke-20 lalu dikembalikan untuk Panama pada 1977 berdasarkan satu perjanjian.
Trump menuduh Panama mengenakan biaya yang berlebihan untuk menggunakan jalur perdagangannya, di antaranya untuk kapal militer Amerika Serikat yang mana disebut mempunyai prioritas untuk menyeberangi jalur perairan yang disebutkan berdasarkan perjanjian netralitas tahun 1977 pada waktu Amerika Serikat mengatasi terusan yang dimaksud ke Panama.
Panama juga secara resmi mengajukan pengunduran diri dari kesepakatan “Belt and Road Initiative” (BRI) yang tersebut digagas China pada 6 Februari 2025.
Terusan Panama merupakan jalur air buatan sepanjang 82 km yang menghubungkan Samudra Pasifik dan juga Atlantik melalui Panama kemudian sangat penting sebagai alur impor mobil lalu barang komersial Negeri Paman Sam menggunakan kapal kontainer dari Asia serta bagi ekspor komoditas AS, salah satunya gas alam cair.
Hutchison Holdings yang berbasis pada Hong Kong diketahui mengoperasikan dua pelabuhan di dalam Pasifik dan juga Atlantik, tetapi telah terjadi setuju untuk menjualnya untuk BlackRock yang digunakan berbasis ke AS.











