Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Berseteru berbulan-bulan, Trump-Mamdani bersahabat pada waktu bertemu

Berseteru berbulan-bulan, Trump-Mamdani bersahabat pada waktu bertemu

Washington – Setelah berseteru selama berbulan-bulan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan juga Wali Pusat Kota terpilih New York City Zohran Mamdani justru menunjukkan sikap bersahabat pada reuni pertama merekan di Gedung Putih pada Hari Jumat waktu setempat.

Dengan mengesampingkan tuduhan “komunis” ataupun “si lalim” yang dimaksud saling mereka itu lontarkan dahulu, Trump serta Mamdani berjanji bekerja serupa untuk kebaikan bersatu rakyat AS.

“Kami akan membantunya untuk menciptakan mimpi semua penduduk berubah menjadi nyata, yaitu untuk mewujudkan New York yang mana kuat juga sangat aman,” kata Trump yang digunakan duduk dalam meja kerjanya ke Ruang Oval Gedung Putih dengan didampingi Mamdani yang tersebut berdiri dalam belakangnya.

Presiden Negeri Paman Sam itu juga mencabut ancaman sebelumnya untuk memotong dana federal untuk NYC, sembari mengakui bahwa ia “benar-benar terkejut” bahwa Mamdani sangat “rasional”.

Sementara itu, Mamdani menyampaikan bahwa pembicaraannya dengan Trump “sangat produktif” juga berfokus pada “kecintaan yang digunakan sebanding terhadap New York City juga perlunya mewujudkan keterjangkauan bagi warganya”.

Meski ketika ini Trump memilih tinggal di Mar-a-Lago pada Florida pada waktu tidak ada dalam Gedung Putih, New York City berubah menjadi rumahnya selama beberapa dasawarsa. Di kota itulah Trump mendirikan usaha yang menjadi pijakannya meraih kedudukan kepresidenan.

Sementara, Mamdani, yang tersebut lahir ke Uganda pada 1991, pindah ke New York City ketika usianya 7 tahun kemudian ia sudah ada tinggal selama 27 tahun pada kota itu.

Jabat tangan kemudian senyuman yang tersebut dilontarkan keduanya pada waktu bertemu ke Ruang Oval menandai berubahnya sikap kedua tokoh yang dimaksud yang tersebut kemungkinan besar mulai menyadari bahwa tambahan banyak hal yang digunakan dapat dicapai melalui kerja sama, tidak permusuhan.

Sebelum pemilihan wali kota New York City pada 4 November lalu, Trump melakukan hampir semua cara untuk menggagalkan kemenangan Mamdani, di antaranya dengan menggalang rival Mamdani di pemilu, Andrew Cuomo yang dimaksud sebelumnya menjabat sebagai gubernur negara bagian New York.

Namun, pada Jumat, Trump dan juga Mamdani mengkaji tentang keterjangkauan.

Dalam reuni itu, Trump terkejut begitu mengetahui bahwa perusahaan listrik New York Con Edison bukan melakukan apa-apa yang mana menguntungkan warga New York City meskipun mendapat penghematan dari biaya energi yang tambahan rendah. Hal yang dimaksud diamini oleh Mamdani.

Sementara itu, pada waktu individu wartawan bertanya terhadap Mamdani apakah ia masih mengakui Trump sebagai orang fasis, Trump menimpali, “Tidak apa-apa, jawab sekadar iya, lebih banyak mudah-mudahan daripada menjelaskannya”.

Trump juga mengaku tak lagi tersinggung pada waktu Mamdani menyebutnya sebagai “orang lalim”, lantaran la “telah dipanggil dengan istilah yang tersebut lebih besar buruk … jadi julukan itu tak terlalu menghina”.

Keterjangkauan biaya hidup bermetamorfosis menjadi salah satu kunci yang dapat menyelamatkan Trump pada sedang menurunnya tingkat penerimaan umum terhadap pemerintahannya di beberapa bulan terakhir.

Turunnya pamor Trump yang disebutkan berujung pada kalahnya calon Partai Republik di pemilihan umum wali kota New York City juga pada wilayah-wilayah lain terhadap calon Partai Demokrat yang digunakan berhaluan progresif seperti Mamdani.

Namun demikian, Trump serta Partai Republik masih akan menghadapi ujian yang digunakan lebih banyak besar pada November 2026, yaitu ketika pemilihan paruh waktu anggota Kongres AS.