Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

BNNK Jaksel edukasi remaja masalah anti narkoba lewat acara “Ransel”

BNNK Jaksel edukasi remaja hambatan anti narkoba lewat acara “Ransel”

Ibukota Indonesia – Badan Narkotika Nasional Pusat Kota (BNNK) DKI Jakarta Selatan memberikan edukasi terhadap remaja terkait anti narkoba lewat Rencana “Remaja Anti Narkoba Ibukota Indonesia Selatan” (Ransel).

“Pada bidang pencegahan juga pemberdayaan masyarakat, BNNK melaksanakan beberapa jumlah kegiatan prioritas nasional seperti acara Ransel,” kata Kepala BNNK Ibukota Indonesia Selatan Kombes Polisi Bambang Yudistira di dalam Jakarta, Selasa.

Langkah ini sejalan dengan Astacita ketujuh Presiden Republik Indonesi Prabowo Subianto, yakni meningkatkan kekuatan pencegahan dan juga pemberantasan narkoba sebagai bagian dari visi “Indonesia Maju menuju Negara Indonesia Emas 2045”.

BNNK DKI Jakarta Selatan sepanjang 2025 telah dilakukan melaksanakan bermacam kegiatan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan kemudian Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara terintegrasi dalam wilayah tersebut.

Bambang menjelaskan Proyek “Ransel” bertujuan membentuk karakter remaja agar lebih lanjut tangguh pada menghadapi bahaya narkoba.

Kemudian, kegiatan pencegahan lainnya yakni pembentukan Kelurahan Bersinar dan juga Rencana Pendidikan Anti Narkoba pada Keluarga.

Salah satu tempat kejadian prioritas inisiatif ini, yakni Kelurahan Cilandak Barat, lantaran warga ke wilayah yang dimaksud mempunyai perhatian tinggi terhadap bahaya narkoba.

“Di Cilandak Barat masyarakatnya berpartisipasi lalu peduli. Di sana juga telah lama terbentuk sukarelawan atau satgas anti narkoba yang digunakan berperan dengan segera pada lingkungannya,” katanya.

Melalui Rencana “Ransel”, pihaknya memberikan pelatihan ketahanan diri terhadap remaja agar mampu menolak ajakan penyalahgunaan narkoba.

Materi yang dimaksud diberikan meliputi penguatan kualitas diri, pembelaan diri (self-defense), pengelolaan stres dan juga komunikasi efektif dengan teman sebaya.

“Tujuannya membentuk karakter remaja agar lebih banyak tangguh di menghadapi pengaruh negatif serta bahaya narkoba,” katanya.

Ia menerangkan, selain pencegahan, pihaknya juga melaksanakan pemberdayaan rakyat melalui bimbingan teknis kemampuan dalam kawasan rawan narkoba.

Salah satu kegiatan yang tersebut dijalankan yakni pelatihan barista atau peracik kopi ke Kelurahan Cilandak Barat dengan melibatkan perwakilan warga dari banyak RW.

Kemudian, sebagai langkah deteksi dini, sepanjang 2025 BNNK telah lama melaksanakan tes urine terhadap 5.516 pendatang dari swasta, masyarakat, instansi pemerintah kemudian pendidikan.

BNNK Ibukota Indonesia Selatan (Jaksel) merehabilitasi sebanyak 713 pengguna narkoba pada 2025 sebagai upaya pelayanan maksimal bagi masyarakat.

Pada tahun yang tersebut sama, BNN Pusat Kota Ibukota Selatan juga mencatatkan prestasi dengan hasil Survei Skala Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) kategori Sangat Tanggap dengan nilai A (3,30) dan juga Skala Kemandirian Partisipasi (IKP) kategori Sangat Mandiri dengan nilai A (3,91).