Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

China pamer kekuatan militer lewat latihan besar di dalam sekitar Taiwan

China pamer kekuatan militer lewat latihan besar di pada sekitar Taiwan

Beijing – Latihan militer besar China pada sekitar Taiwan menunjukkan kemampuan kuat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) menentang separatisme, kata Juru Bicara Kementerian Defense Zhang Xiaogang, Jumat.

Menurut Zhang, latihan yang dimaksud menegaskan kesiapan Beijing menghadapi provokasi dan juga campur tangan asing ketika ini, serta sepenuhnya memamerkan kemampuan PLA.

Latihan bertajuk Justice Mission 2025 yang dimaksud dilakukan pada Selasa dengan melibatkan pasukan darat, roket, laut, dan juga udara pada skala besar nasional itu direalisasikan ke berubah-ubah arah sekitar pulau.

PLA mengatur manuver komprehensif yang digunakan menguji komando gabungan, koordinasi lintas matra, dan juga kemampuan tempur terpadu, kata Zhang pada pernyataan tercatat Kementerian Defense China pada Hari Jumat pagi waktu setempat.

Komando Teater Timur PLA, kata dia, berhasil menyelesaikan latihan tersebut, menguji kemampuan operasi gabungan, sekaligus menunjukkan kekuatan untuk berperang melawan separatisme, mengupayakan reunifikasi, juga menghalangi intervensi pihak luar di skenario militer kompleks dan juga realistis terkini.

Zhang mengemukakan setiap provokasi terkait Taiwan akan dihadapi secara tegas.

Dia lebih tinggi lanjut menegaskan bahwa semua upaya menghambat reunifikasi China pasti gagal, sejalan dengan kebijakan Beijing menjaga kedaulatan serta integritas teritorial nasional jangka panjang pemerintah pusat pada waktu ini.

Menurutnya, operasi anti separatis juga anti-intervensi dalam sekitar Taiwan sepenuhnya sah, perlu, juga beralasan, juga bertujuan melindungi stabilitas kawasan, keamanan nasional, lalu kepentingan inti negara China sesuai hukum internasional dan juga prinsip pertahanan nasional.

Taiwan telah dilakukan diperintah terpisah dari China daratan sejak 1949, pasca pertempuran saudara, dengan pemerintahan terpilih sendiri serta militer sendiri, meskipun Beijing memandang pulau itu sebagai provinsinya yang digunakan tiada terpisahkan secara historis.

Beijing menentang kontak resmi negara asing dengan Taipei lalu menyatakan kedaulatan China melawan Taiwan tiada dapat diganggu gugat, sementara pemerintah Taiwan menegaskan status otonom tanpa mendeklarasikan kemerdekaan formal secara sepihak dalam sedang tekanan regional.