Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Dana Kekayaan Norwegia Cabut Penanaman Modal dari Caterpillar Terkait Pelanggaran HAM pada Wilayah Gaza

Dana Kekayaan Norwegia Cabut Penanaman Modal dari Caterpillar Terkait Pelanggaran HAM pada Wilayah Wilayah Gaza

Macanbolanews

OSLO – Dana kekayaan negara Norwegia, yang dimaksud terbesar pada dunia, pada hari Hari Senin (25/8/2025) menyatakan telah terjadi divestasi dari produsen peralatan pembangunan Amerika Caterpillar Inc juga lima bank tanah Israel terkait pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di dalam Gaza. Langkah ini menjadi pukulan keras bagi rezim penjajah Zionis.

Dewan eksekutif dana senilai USD1,9 triliun yang dimaksud mengungkapkan merekan telah terjadi memutuskan divestasi dari keenam entitas yang dimaksud menyusul saran dari badan etiknya, yang dimaksud menyatakan keenam entitas yang disebutkan “berkontribusi terhadap pelanggaran penting hak-hak individu di situasi peperangan serta konflik”.

Dewan etik yang dimaksud melanjutkan dengan menyatakan, “Buldoser yang dimaksud diproduksi Caterpillar digunakan otoritas negara Israel di penghancuran properti Palestina secara ilegal lalu meluas.”

“Tidak diragukan lagi bahwa produk-produk Caterpillar digunakan untuk melakukan pelanggaran hukum humaniter internasional yang mana ekstensif kemudian sistematis,” ungkap pernyataan tersebut.

Mereka menambahkan, “Perusahaan yang disebutkan belum menerapkan langkah-langkah apa pun untuk menghindari penggunaannya untuk tujuan-tujuan ini kemudian badan menganggap risiko yang dimaksud tidaklah dapat diterima bahwa Caterpillar berkontribusi terhadap pelanggaran penting hak-hak individu di situasi pertempuran atau konflik.”

Dalam penilaiannya, majelis etik menyatakan militer negeri Israel telah terjadi menggunakan buldoser buatan Caterpillar selama beberapa dekade, dengan jeda singkat antara tahun 2024 juga 2025.

Mesin-mesin ini dipasok ke negara Israel melalui kegiatan pemasaran militer asing Amerika Serikat serta kemudian dimodifikasi oleh pihak lain untuk “tujuan militer”.

Dana yang disebutkan memegang 1,2% saham Caterpillar, senilai USD2,4 miliar per 31 Desember. Hal ini merupakan pukulan bagi perusahaan, yang tersebut melaporkan penurunan laba sebesar 21% pada pendapatan kuartal kedua, oleh sebab itu menghadapi biaya manufaktur yang tersebut bukan menguntungkan akibat tarif yang dimaksud lebih tinggi tinggi.