Ibukota Indonesia – Direktur olahraga Tottenham Hotspur, Johan Lange, membuka kesempatan Igor Tudor berubah jadi ahli permanen timnya, dengan asal mampu memberikan dampak positif selama masa tugasnya sebagai pembimbing sementara.
“Dia sudah pernah menunjukkan kemampuan untuk masuk ke klub pada periode seperti ini Februari, Maret, salah satunya dalam klub-klub besar, serta segera memberi dampak terhadap performa tim. Bila semuanya berjalan baik, beliau bisa jadi berada di dalam di tempat ini untuk waktu yang lama,” ujar Lange yang digunakan disitir dari ESPN pada Sabtu.
Tudor ditunjuk sebagai instruktur kepala sementara awal bulan ini menyusul pemecatan Thomas Frank.
Saat itu, Tottenham terpuruk ke sikap ke-16 klasemen Kompetisi Inggris serta semata-mata berjarak lima poin dari zona degradasi menjauhi derbi London Utara kontra Arsenal, Mingguan (22/2).
Menurut Lange, Tudor miliki reputasi mampu secara langsung “tancap gas” di dalam klub barunya, seperti yang tersebut pernah ia tunjukkan pada waktu menangani Lazio dan juga Juventus.
Kemampuan beradaptasi cepat itulah yang dimaksud menimbulkan manajemen yakin menunjuknya di sedang situasi sulit.
“Anda harus datang, mendirikan relasi, sekaligus secara langsung menafsirkan gaya bermain klub. Dia telah dilakukan menunjukkan keberhasilan di situasi seperti itu, bukanlah hanya sekali sekali, tetapi beberapa kali. Itu salah satu alasan kami percaya beliau adalah kandidat terbaik ketika ini,” tutur Lange.
Di sisi lain, mantan pembimbing Tottenham Mauricio Pochettino sempat dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke klub yang tersebut pernah ia tangani pada 2014–2019 kemudian menghadirkan Spurs ke final Kompetisi Champions. Namun, Lange menolak mengomentari ramalan tersebut.
“Igor baru berada di dalam di tempat ini selama lima hari. Fokus kami pada waktu ini adalah memperbaiki sikap di dalam klasemen liga dan juga juga tampil maksimal ke Turnamen Champions. Saya bukan akan mengomentari nama-nama yang dimaksud dikaitkan dengan pekerjaan ini,” kata Pochettino.
Lange menegaskan bahwa gaya bermain akan berubah menjadi pertimbangan utama di menentukan pembimbing permanen Tottenham ke depan.
Dia mengatakan klub ingin mendirikan tim yang dimaksud mampu bermain dominan serta mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola.















