DKI Jakarta – Seksi Profesi dan juga Pengamanan Polres Metro Ibukota Selatan (Propam Polres Jaksel) memeriksa personel penjaga terduga pembunuh Alvaro, Alex Iskandar (49), usai dituduh ditemukan meninggal.
“Kami sudah ada memeriksa dua personel yang tersebut ketika itu sedang piket,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto pada Polres Metro Ibukota Indonesia Selatan, Selasa.
Alex ditemukan meninggal ke ruang konseling Mapolres Metro Ibukota Selatan pada Akhir Pekan (23/11).
Maka itu, ia menyampaikan penyelidikan terkait insiden yang dimaksud akan dikerjakan oleh Propam.
“Pastinya akan didalami oleh Propam, mari kita beri ruang untuk mendalami hal tersebut,” ucapnya.
Polisi mengungkapkan terperiksa tindakan hukum penculikan juga pembunuhan terhadap Alvaro Kiano Nugroho, yakni Alex Iskandar (49) telah terjadi dimakamkan keluarga pada TPU Kedaung, Pusat Kota Tangerang.
Sebelumnya, kabar kematian Alex pertama kali disampaikan oleh kakek orang yang terdampar sekaligus mertua tersangka, Tugimin (71).
Tugimin mengaku mendapat informasi terperiksa meninggal ketika berada pada Polres Metro Ibukota Indonesia Selatan tak lama setelahnya ditangkap.
Sementara itu, kepolisian juga melakukan penyembuhan trauma (trauma healing) bagi keluarga mendiang Alvaro.
Sebelumnya, kepolisian mengungkap pelaku pembunuhan Alvaro merupakan ayah tiri dari bocah laki-laki tersebut, Alex Iskandar (AI).
Ayah tirinya itu menikah dengan ibu Alvaro sejak 2023 serta sempat berencana untuk bercerai.
Polisi kemudian menemukan Alvaro yang digunakan hilang sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, DKI Jakarta Selatan, itu di keadaan meninggal dunia kemudian menangkap Alex pada Rabu (19/11) malam.
Polisi juga mengungkap motif pembunuhan Alvaro, yakni dikarenakan ayah tirinya itu cemburu dengan sang istri.














