JAKARTA – Langit di malam hari pada akhir pekan ini akan menjadi panggung bagi sebuah drama kosmik yang digunakan langka dan juga menawan.
Tepat pada waktu malam pergantian hari dari Minggu, 7 September, ke Senin, 8 September 2025, Periode Purnama akan perlahan meredup lalu berubah warna menjadi merah tembaga pekat pada fenomena yang mana dikenal sebagai Gerhana Bulan Total atau “Bulan Darah” (Blood Moon).
Kabar baiknya, Indonesia, bersatu dengan seluruh Asia serta Australia Barat, disebut akan menjadi salah satu lokasi terbaik pada dunia untuk menyaksikan seluruh rangkaian pertunjukan langit ini dari awal hingga akhir.
Miliaran pasang mata di area seluruh dunia, dari Asia, Australia, Afrika, hingga Eropa, akan turut menyaksikannya, sementara benua Amerika akan melewatkan perkembangan ini sepenuhnya.
Kapan Waktu Terbaik untuk Melihatnya?
Siapkan alarm Anda, dikarenakan puncak gerhana akan terjadi setelahnya berada dalam malam. Menurut data astronomi, fase total—saat Periode sepenuhnya masuk ke pada bayangan inti Bumi (umbra)—akan dimulai pada pukul 00:30 Waktu Indonesia Barat dini hari, Senin, 8 September.
Selama 82 menit berikutnya, hingga pukul 01:52 WIB, Periode akan menampilkan pesona merahnya yang paling dramatis. Gerhana kali ini tergolong “dalam”, artinya Periode akan melintas sangat dekat dengan pusat bayangan Bumi.
Akibatnya, para ahli memperkirakan warnanya akan lebih banyak gelap dari biasanya, berkisar dari oranye berkarat hingga merahkecoklatan.











