Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Dubes berpesan siswa RI ke Tunisia perkuat hubungan diplomatik

Dubes berpesan siswa RI ke Tunisia perkuat hubungan diplomatik

Ibukota Indonesia – Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi meminta-minta siswa Indonesi dalam negara itu melindungi akhlak, menjunjung persatuan, juga menguatkan hubungan diplomatik kedua negara melalui publikasi, kajian, dan juga pengenalan sejarah.

“Mahasiswa Indonesi ke Tunisia adalah calon pemimpin masa depan. Saya berpesan agar merek menyimpan akhlak, menjunjung persatuan, kemudian mempertahankan semangat belajar,” kata Zuhairi pada Indonesian Day pada Tunisia, Rabu.

Dubes menekankan pentingnya diplomasi budaya, ekonomi, juga sekolah yang digunakan terus tumbuh antara Tanah Air serta Tunisia, diantaranya semangat saling membantu di dalam kalangan pelajar juga diaspora.

“Hubungan diplomatik Indonesia–Tunisia harus diperkuat, teristimewa melalui publikasi, kajian, juga pengenalan sejarah hubungan antara Soekarno juga presiden pertama Tunisia, Habib Bourguiba, agar nilai persahabatan sejarah hidup sepanjang masa,” ujarnya.

Zuhairi menegaskan bahwa Nusantara merupakan negara pertama yang tersebut mengakui kemerdekaan Tunisia, menandai eratnya hubungan historis dan juga emosional kedua bangsa.

“Indonesia juga Tunisia sama-sama berdiri di dalam melawan nilai iman, kemanusiaan, toleransi, serta persahabatan,” katanya.

Pada kesempatan itu, dubes juga memaparkan secara singkat isi bukunya, “Indonesia wa Tunis Ashab”.

Mahasiswa Tanah Air ke Tunisia dengan Badan Pengurus Fakultas Kairouan, Kampus Az-Zaitunah, PPI Tunisia, dan juga KBRI Tunis mengatur Indonesian Day bertema “Menghidupkan Spirit Nusantara di dalam Tanah Afrika Utara” di Universitas Zaitunah untuk menguatkan hubungan diplomatik antarmahasiswa.

Acara yang dihadiri pejabat seperti gubernur Kairouan lalu Imam Besar Masjid Agung ’Uqbah bin Nafi’ itu juga menegaskan peran pelajar masyarakat migran Indonesia di Tunisia sebagai agen diplomasi budaya yang digunakan bergerak juga progresif.

Penyelenggara yang digunakan juga dosen Zaitunah, Buhaha, menyatakan Indonesian Day berubah menjadi kesempatan penting yang mempertemukan Indonesia dan juga Tunisia pada meningkatkan kekuatan ukhuwah islamiyah, persaudaraan, kebersamaan, dan juga semangat keilmuan lalu belajar.

“Mahasiswa Indonesi tiada semata-mata penuntut ilmu, tetapi juga pengemban peran untuk meningkatkan kekuatan hubungan budaya lalu diplomasi Indonesia pada Kairouan, Tunisia,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Az-Zaitunah mengumumkan jumlah agregat peserta didik Tanah Air yang tersebut semula cuma lima penduduk sekarang ini sudah pernah berprogres menjadi 66 orang.

Kampus tersebut, lanjutnya, terus berupaya memberikan institusi belajar terbaik, salah satunya perhatian khusus bagi pelajar Negara Indonesia sebagai bentuk komitmen kemudian kerja sejenis akademik.