Ibukota – Duta Besar Turki untuk Nusantara Talip Kucukcan menegaskan bahwa hubungan antarmasyarakat Turki serta Indonesi sudah terjalin hampir 500 tahun, sangat jauh melampaui usia hubungan diplomatik resmi kedua negara.
“Dalam rangka merayakan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, kita penting menggarisbawahi bahwa hubungan antara rakyat Turki dan juga Nusantara sudah berlangsung hampir 500 tahun,” kata Kucukcan di kajian berjudul Sejarah Dokumenter Hubungan Turki-Indonesia: 1950–2025 yang digunakan diperoleh ANTARA pada Jakarta, Sabtu.
Dalam kajian tersebut, Kucukcan menguraikan perkembangan hubungan diplomatik Turki kemudian Tanah Air yang digunakan secara resmi dimulai pada 1950. Namun, ia menekankan bahwa fondasi hubungan kedua bangsa sudah pernah terbentuk terpencil sebelumnya.
Hubungan historis itu, menurut Kucukcan, merujuk pada arsip Kesultanan Utsmaniyah yang dimaksud mencatatkan interaksi sejak abad ke-16, saat Kesultanan Aceh memohonkan dukungan untuk Kesultanan Utsmaniyah untuk menghadapi tekanan Portugis di kawasan Nusantara.
Kucukcan juga menyoroti keberadaan Konsulat Jenderal Utsmaniyah di dalam Batavia pada periode 1881–1882. Pada awalnya, Kesultanan Utsmaniyah menunjuk individu Konsul Kehormatan, sebelum kemudian mengangkat Konsul Jenderal. Konsulat Jenderal Batavia yang disebutkan beroperasi hingga 1923.
“Berkat bisnis Kedutaan kami, sebuah plakat marmer telah dilakukan diletakkan dalam depan museum untuk mengenang bangunan tersebut, yang dimaksud dahulu digunakan sebagai Konsulat Kehormatan Utsmaniyah,” kata Kucukcan.
Secara resmi, Turki mengakui Indonesi pada 29 Desember 1949, menyusul pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hubungan diplomatik kedua negara kemudian terjalin pada 1950, kemudian Turki membuka Kedutaan Besar ke DKI Jakarta pada 10 April 1957.
Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Turki serta Indonesia menunjukkan penguatan yang tersebut signifikan. Kemitraan strategis kedua negara ditegaskan melalui penandatanganan pengumuman “Turki-Indonesia: Menguatkan Kemitraan dalam Tatanan Planet Baru” pada 2011.
Penguatan kerja sebanding berlanjut pada waktu kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Bali pada rangka KTT G20, yang ditandai dengan pembentukan Dewan Kerja Sama Vital Derajat Tinggi Turki-Indonesia pada 14 November 2022.
Pertemuan perdana badan yang dimaksud dilakukan di Bogor pada 12 Februari 2025, bertepatan dengan kunjungan Presiden Erdogan ke Indonesia. Kedua negara juga berpartisipasi menjalin kerja sejenis di bervariasi forum internasional, termasuk G20, Organisasi Kerja Sama Islam, MIKTA, D8, serta PBB.
“Hubungan politik, ekonomi, perdagangan, militer, pendidikan, juga budaya antara Turki dan juga Indonesi terus menguat. Sinergi sektor pertahanan, penanaman modal bersama, serta besar perdagangan terus meningkat dari tahun ke tahun,” kata Kucukcan.











