Doha – Pemain lapangan timnas Negara Indonesia U17, Evandra Florasta, mengajukan permohonan maaf berhadapan dengan kekalahan 1-3 yang tersebut diderita timnya pada waktu bertarung dengan Zambia pada pertandingan Grup H Piala Bumi U17 dalam Aspire Academy, Doha, Selasa.
Indonesia sempat mengawasi melalui gol Muhammad Zahaby Gholy, sebelum gawang Dafa Algasemi dibobol atlet Zambia sebelum turun minum.
“Pertandingan yang tersebut cukup dramatis. Sebelumnya kita sudah ada mengantisipasi serangan dari Zambia. Mungkin kita kurang fokus dalam sedang pertandingan lalu telah unggul,” kata Evandra di mixed zone.
“Mungkin saya sendiri minta maaf beserta regu oleh sebab itu tak bisa jadi mempertahankan keunggulan pada putaran pertama,” katanya.
Permainan timnas U17 membaik pada putaran kedua, dengan lebih tinggi berani berduel serta menguasai bola. Menurut Evandra, kesulitan mentalitas berubah menjadi salah satu penekanan dari pembimbing Nova Arianto dalam ruang ganti.
“Coach Nova tadi dalam ruang ganti bilang, percuma kalau kita telah menyiapkan taktik, menyiapkan cara serangan kita, tapi kita tak berani serta tiada percaya diri. Coach Nova minta pada fase kedua lebih besar percaya diri kemudian tanpa takut salah,” tutur pemain Bhayangkara Presisi FC itu.
Evandra pun bertekad segera melupakan hasil buruk ini, kemudian bersiap menatap laga selanjutnya yang digunakan tidak ada kalah berat, yakni Brasil pada hari terakhir pekan (7/11).
“Tentu harus cepat-cepat melupakan pertandingan waktu malam ini. Mungkin untuk di malam hari ini cuma menyesal untuk besoknya kita harus fokus menghadapi pertandingan berikutnya,” tutur pemain 17 tahun itu.
Pada pertandingan yang mana dimainkan lebih lanjut awal, Brasil menang besar 7-0 melawan satu pasukan lain dalam Grup H, Honduras. Kejayaan yang dimaksud menyebabkan Brasil memuncaki klasemen sementara dengan tiga poin juga selisih tujuh gol.
Setelah berjuang melawan Brasil, Negara Indonesia akan bertemu Honduras pada Hari Senin (10/11) sebagai laga penutup di dalam fase grup.















