Bandung – Instruktur Persib Bandung Bojan Hodak memohonkan Operator Turnamen Indonesia, PT I.League untuk melakukan penyesuaian jadwal pertandingan BRI Super League 2025/2026 guna mengupayakan persiapan pasukan menghadapi putaran 16 Besar AFC Champions League Two.
“Kami sedang fokus mengajukan penjadwalan ulang ke liga, akibat ada periode di mana kami harus memainkan tiga pertandingan di dua pekan,” kata Hodak di dalam Bandung, Jumat.
Hodak menyambut optimistis hasil undian sesi 16 Besar ACL Two 2025/26 yang mempertemukan Persib dengan duta Thailand, Ratchaburi FC.
Menurutnya, hasil undian yang disebutkan memberikan potensi realistis sekaligus tantangan bagi Maung Bandung untuk melangkah lebih banyak terpencil di dalam kompetisi Asia.
“Jika penyesuaian ini bisa jadi dilakukan, saya percaya kesempatan kami untuk lolos ke putaran berikutnya sangat terbuka,” kata dia.
Pelatih jika Kroasia itu menafsirkan pengalaman Persib pada Thailand bermetamorfosis menjadi modal penting. Sebelumnya, Persib pernah menjalani pemusatan latihan pramusim ke Negeri Gajah Putih dan juga mencatat hasil positif ketika bertandang ke markas Bangkok United pada fase grup.
Hodak menambahkan, dukungan Bobotoh dalam Bandung diyakini dapat menjadi faktor pembeda, teristimewa pada laga stadion yang menentukan.
“Saya mengamati Ratchaburi sebagai grup yang dimaksud bisa jadi kami hadapi kemudian kami tantang. Kami juga diuntungkan sebab laga kedua dimainkan dalam Stadion GBLA. Jika stadion penuh, seperti yang mana rutin saya katakan, situasinya tentu bukan enteng bagi pasukan tamu,” katanya.
Sebelumnya, hasil undian resmi yang tersebut dijalankan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) ke Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (30/12), menempatkan Persib sebagai juara Grup G juga akan menjalani laga tandang tambahan dahulu sebelum melakoni pertandingan markas pada putaran kedua.
Persib dijadwalkan bertandang ke markas Ratchaburi FC ke Stadion Na Muang pada 11 Februari 2026. Selanjutnya, Maung Bandung akan menjamu duta Thailand yang dimaksud pada ronden kedua sepekan kemudian di Bandung.















