London – Inggris pada Selasa (6/1) menyambut baik pembentukan hubungan diplomatik penuh dengan negara Palestina, lalu mengkonfirmasi pengaktifan kedutaan Palestina ke London sehari sebelumnya.
Memberikan pembaruan tentang perkembangan pada seluruh wilayah, Hamish Falconer, menteri Inggris untuk Timur Tengah, menyatakan untuk parlemen: “Inggris secara resmi mengakui Palestina pada musim gugur kemudian untuk melindungi kelayakan solusi dua negara serta menciptakan jalan menuju perdamaian abadi bagi rakyat negara Israel dan juga Palestina.”
“Kami menyambut baik pembentukan hubungan diplomatik penuh dengan negara Palestina, dan juga saya dapat mengkonfirmasi pembangunan kedutaan Palestina di dalam London,” tambahnya.
Beralih ke situasi kemanusiaan pada Gaza, Falconer menyatakan bahwa meskipun ada beberapa peningkatan pada akses bantuan, hambatan signifikan masih permanen ada.
“Lebih berbagai truk memasuki Gaza, dan juga ini sangat disambut baik. Tetapi pada waktu ini, penyeberangan utama ditutup, konvoi dipulangkan, pasokan medis dan juga tempat penampungan diblokir, juga LSM dilarang,” katanya.
Rencana Keselarasan tak dapat berjalan apabila LSM dilarang masuk
Dia mengemukakan Inggris sudah bergabung dengan sembilan negara lain pada mengkritisi pembatasan terhadap kelompok-kelompok bantuan.
“Rencana Damai tidaklah akan berhasil jikalau LSM dilarang masuk. Keputusan negara Israel untuk melarang 37 LSM tak dapat dibenarkan,” katanya.
Falconer juga menyoroti perbedaan pada hal apa yang mana diizinkan masuk ke Gaza.
“Ironisnya, lebih tinggi ringan memasukkan rokok dan juga barang mewah ke Kawasan Gaza daripada bubuk-bubuk dasar serta tempat tinggal yang sangat dibutuhkan orang-orang,” katanya.
Iran, Yaman lalu Suriah
Menanggapi insiden dalam Iran, menteri yang disebutkan mengeklaim membantah dalam republik Islam itu telah terjadi memasuki hari kesembilan setelahnya penurunan tajam nilai mata uang.
“Kami prihatin dengan laporan kekerasan terhadap merek yang mana dengan berani menggunakan hak mereka itu untuk melakukan mengecam damai,” katanya.
Dia juga mengemukakan bahwa Inggris mendesak Iran untuk melindungi kebebasan mendasar, salah satunya akses terhadap informasi juga komunikasi.
“Kami akan terus bekerja identik dengan mitra untuk memohon pertanggungjawaban Iran berhadapan dengan catatan hak asasi manusianya,” katanya.
Mengenai Yaman, Falconer menyambut baik inisiatif diplomatik dalam selatan negara itu.
Dia memaparkan memperkuat seruan Presiden Yaman untuk dialog, tawaran Arab Saudi untuk berubah menjadi tuan rumah pembicaraan, juga seruan UEA untuk de-eskalasi.
“Resolusi diplomatik yang mana cepat akan paling bermanfaat bagi rakyat Yaman,” katanya.
Menteri yang disebutkan juga menunjuk pada apa yang tersebut digambarkannya sebagai inovasi signifikan pada Suriah selama tahunan berakhir. Dia mengemukakan pemerintah Suriah telah lama berikrar untuk mengatasi ancaman keamanan, bergabung dengan Koalisi Global Melawan Daesh serta berjanji untuk membongkar persediaan senjata kimia.
“Dalam penghadapan saya dengan pemerintah Suriah, saya sudah pernah mendengar secara langsung komitmen untuk mendirikan Suriah bagi semua warga Suriah,” katanya, menambahkan bahwa stabilitas dalam Suriah sangat penting bagi kepentingan nasional Inggris.
Falconer menegaskan bahwa Inggris tetap menjadi anggota berpartisipasi koalisi menghadapi Daesh (ISIS), dengan mengutarakan “Inggris akan terus melakukan apa yang digunakan diperlukan untuk menghindari kebangkitan kembali Daesh, untuk menyokong stabilitas Suriah juga melindungi keamanan nasional Inggris.”











