Tokyo – Jumlah petani wiraswasta dalam Jepun catat penurunan terbesar di sejarah. Fakta ini menyoroti kontraksi berkelanjutan dalam sektor yang digunakan vital bagi ketahanan pangan negara, yang tersebut sebagian besar dipicu oleh populasi yang digunakan menua, lapor Japan Today.
Penurunan jumlah agregat petani pada sensus terbaru mencerminkan kurangnya individu yang menekuni profesi ini, khususnya ke kalangan generasi muda, sehingga memperdalam perasaan khawatir tentang peningkatan jumlah keseluruhan lahan pertanian yang terbengkalai, kata laporan itu.
Jumlah entitas perniagaan pertanian, salah satunya korporasi, turun 23 persen menjadi 828.000 dari survei sebelumnya, menandai penurunan terbesar sejak data komparatif tersedia pada 2005, ungkap sensus tersebut.











