DKI Jakarta – Kementerian Keamanan (Kemhan) menegaskan komitmen kuat Indonesi lalu Negeri Sakura pada menguatkan kerja mirip pertahanan menghadapi dinamika keamanan global yang digunakan kian cepat juga kompleks.
Pernyataan itu disampaikan Staf Ahli Menteri Defense Lingkup Politik Mayjen TNI Helda Risman di resepsi Hari Pasukan sepak bola Bela Diri Jepun (Japan Self-Defense Forces Day) yang digunakan diselenggarakan Kedutaan Besar Negeri Sakura di Jakarta, Selasa.
“Indonesia juga Negeri Matahari Terbit mempunyai pandangan strategis yang mana mirip bahwa perdamaian, stabilitas, kemudian kesejahteraan harus diperjuangkan melalui dialog, kemitraan, lalu kepatuhan terhadap hukum internasional. Karena itu, kerja mirip pertahanan bermetamorfosis menjadi pilar penting pada mewujudkan visi tersebut,” ujar Helda.
Ia menambahkan, persahabatan kedua negara telah lama terjalin lama, juga didasarkan pada saling percaya, menghormati, dan juga visi bersatu untuk perdamaian juga kesejahteraan.
Menurut dia, kerja sebanding bilateral ke bidang pertahanan itu terus mengalami perkembangan pesat melalui dialog strategis, pertukaran personel, inisiatif institusi belajar juga pelatihan, latihan gabungan, hingga kolaborasi bidang pertahanan.
Namun, Helda menilai, lanskap keamanan global lalu regional saat ini berubah cepat dan juga semakin kompleks. Tantangan seperti ancaman siber, terorisme, ketidakamanan maritim, pandemi, dan juga dampak teknologi baru menguji ketangguhan lalu komitmen dengan kedua negara.
Ia menekankan bahwa tak ada satu negara pun yang mana dapat menghadapi tantangan yang disebutkan sendirian, dan juga mengapresiasi sumbangan Negeri Matahari Terbit pada merawat perdamaian kawasan melalui peningkatan kapasitas, bantuan kemanusiaan, penanggulangan bencana, lalu inisiatif kesadaran maritim.
“Bidang kerja serupa ini memberi khasiat nyata tak semata-mata bagi kedua negara, tetapi juga bagi kawasan yang dimaksud lebih tinggi luas,” katanya.
Helda menambahkan, masih berbagai kesempatan untuk memperdalam kerja sama, diantaranya pengembangan teknologi kemudian bidang pertahanan melalui riset, inovasi, dan juga pertukaran profesional dan juga pelatihan bersama.
“Melalui upaya ini, kita dapat meningkatkan kekuatan tak semata-mata hubungan pertahanan bilateral, tetapi juga sumbangan bagi Indo-Pasifik yang dimaksud damai, stabil, kemudian tangguh,” ujarnya.















