Ibukota – Kepolisian menyebutkan kerugian akibat pencurian kabel PLN di delapan posisi wilayah Ibukota Barat serta Ibukota Indonesia Utara hingga mencapai Rp220 juta.
“Total kerugian PLN akibat aksi pencurian itu ditaksir mencapai Rp220 juta,” kata Kapolsek Tambora Kompol Muhammad Kukuh Islami di jumpa pers dalam Jakarta, Selasa.
Menurut dia, kerugian Rp220 jt itu merupakan akumulasi dari beberapa aksi pencurian yang digunakan dijalankan oleh tiga pendatang berinisial EM (49), AP (46), kemudian N (41) pada beberapa waktu terakhir.
Dia menyebutkan pencurian kabel gardu pada Jalan Pengukiran 4 (kerugian Rp28 juta), gardu di Jalan Pademangan 2 Gang 8 (Rp19 juta), Jalan Wijaya Kusuma kawasan Bank Mandiri (Rp38 juta), Jalan Kaliangke Pesing (Rp19 juta), Jalan Kapuk Pulo (Rp19 juta), Jalan Kapuk Poglar Gang Buntu (Rp38 juta), Jalan Pakin Raya (Rp15 juta) lalu Jalan Muara Karang (Rp19 juta).
Aksi pencurian itu, kata Kukuh, tak semata-mata menyebabkan kerugian materiil, tetapi juga menyebabkan penurunan daya listrik hingga 60 persen. “Bahkan pemadaman listrik pada beberapa jumlah wilayah, ke mana satu gardu dapat melayani hingga 500 pelanggan,” katanya.
Polsek Tambora pun telah lama meringkus komplotan pencurian kabel PLN di dalam beberapa wilayah yang tersebut menyebabkan gangguan mental pasokan listrik di dalam DKI Jakarta Barat lalu Ibukota Indonesia Utara, yakni berinisial EM (49), AP (46), lalu N (41).
“Para pelaku berhasil diamankan pada Selasa (30/12),” kata Kukuh.















