DKI Jakarta – Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) menegaskan isu yang mengumumkan Indonesi berada dalam balik kebijakan FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Federasi Sepak Bola Tanah Melayu (FAM) tidak ada berdasar, dan juga memohonkan masyarakat tiada ringan terprovokasi.
Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari menyatakan tuduhan yang disebutkan belaka akan mengacaukan hubungan baik yang dimaksud selama ini terjalin antara Indonesia juga Tanah Melayu pada bumi olahraga.
“Sudah jangan aneh-aneh, hubungan kita (Indonesia-Malaysia) selama ini baik. Jangan dirusak oleh oknum yang tersebut tidaklah mengerti apa-apa. Jangan sampai terprovokasi,” kata Okto di keterangan di dalam Jakarta, Senin.
Okto menekankan Nusantara kemudian Tanah Melayu merupakan negara serumpun yang kerap bersaing maupun bekerja identik pada event olahraga multinasional, mulai dari SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Ia menambahkan, kerja mirip kedua negara juga terjalin dalam luar lapangan, seperti pertukaran pengalaman kepelatihan serta kegiatan pembinaan atlet muda, sehingga semangat persaudaraan harus masih dijaga.
“Kami percaya FIFA mempunyai mekanisme kemudian regulasi yang jelas pada mengambil keputusan. Tidak mungkin saja ada sanksi dijatuhkan sebab intervensi negara lain. Jadi jangan sampai ada pihak yang sengaja memutarbalikkan fakta,” ujar Okto.
NOC Indonesia mengungkapkan isu yang mana tumbuh hanyalah bentuk provokasi yang dimaksud memiliki kemungkinan mengakibatkan kesalahpahaman.
“Olahraga seharusnya jadi alat pemersatu, tidak pemecah belah. Kita harus menjaga sportivitas, fair play, dan juga solidaritas, khususnya dengan Malaya sebagai saudara serumpun,” katanya menegaskan.
Sebelumnya, FIFA di rilis resmi pada Hari Jumat (26/9) menjatuhkan sanksi terhadap tujuh pemain naturalisasi pasukan nasional Malaya dalam bentuk larangan bermain 12 bulan dan juga denda 2.000 franc Swiss (sekitar Rp41,8 juta) per pemain.
Selain itu, FAM juga dikenai denda 350 ribu franc Swiss (sekitar Rp7,3 miliar) akibat pemalsuan dokumen pemain naturalisasi.
Adapun tujuh pemain yang terkena hukuman adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui, lalu Hector Alejandro Hevel Serrano.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada website web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.














