Ibu Kota Rusia – Korban tewas akibat gempa bumi dahsyat yang digunakan terbentuk di lepas pantai Filipina pada Selasa meningkat berubah menjadi 26 orang, sementara 147 penduduk lainnya luka-luka, GMA News melaporkan, Rabu, mengutip otoritas setempat.
Juru bicara Cebu, Ainjeliz de la Torre-Orong, mengemukakan untuk The New York Times melalui surel pada hari Selasa bahwa setidaknya 20 pendatang tewas akibat gempa bumi tersebut, sementara setidaknya 37 lainnya luka-luka.
GMA News melaporkan pada hari Rabu, mengutip Kantor Keamanan Sipil Filipina (OCD), bahwa sejauh ini 26 penduduk dilaporkan tewas, sementara 147 pemukim luka-luka.
"Situasi masih pada penilaian. Kami telah terjadi menerima laporan penderita dari bermacam sumber. Namun, kami masih perlu memvalidasi laporan yang disebutkan untuk memberikan ilustrasi yang dimaksud lebih banyak jelas," kata delegasi juru bicara OCD, Diego Mariano, terhadap wartawan pada Rabu, seperti disitir oleh GMA News.
Gempa berkekuatan magnitudo 6,9 mengguncang lepas pantai Daerah Perkotaan Cebu sekitar pukul 21.59 waktu setempat (13.59 GMT) pada Selasa.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan bahwa episentrum gempa berada sekitar 11 km (7 mil) pada tenggara Calape. Sejumlah gempa susulan yang tersebut lebih besar kecil pun menyusul.
Sumber: Sputnik- RIA Novosti
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.














