Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Mantan ratu tinju dunia Braekhus kembali ke ring untuk gelar kejuaraan juara WBC

Mantan ratu tinju dunia Braekhus kembali ke ring untuk gelar kejuaraan perlombaan juara WBC

Macanbolanews

Pertarungan itu merupakan bagian dari acara bertajuk The Final Bell juga akan menjadi salah satu pertarungan terbaik tahun ini dalam dunia tinju wanita, dengan gelar kejuaraan juara dunia WBC dipertaruhkan

Jakarta – Mantan ratu tinju dunia Cecilia Braekhus akan kembali ke ring menghadapi Ema Kozin untuk bertarung memperebutkan penghargaan juara dunia kelas welter super putri (69,8 kg) World Boxing Council (WBC) di tempat Nova Spektrum Lillestrom, Norwegia, pada 20 Oktober 2025.

"Pertarungan itu merupakan bagian dari acara bertajuk The Final Bell lalu akan menjadi salah satu pertarungan terbaik tahun ini pada dunia tinju wanita, dengan penghargaan juara dunia WBC dipertaruhkan," demikian keterangan WBC di laman resmi badan itu yang dikutipkan pada Jakarta, Jumat.

Braekhus merebut sabuk juara dunia kelas welter WBC, World Boxing Association (WBA), International Boxing Federation (IBF), World Boxing Organization (WBO) lalu International Boxing Organization (IBO) pada September 2014 ketika mengalahkan Ivana Habazin dengan syarat Kroasia.

Kemenangan itu menyebabkan Braekhus menjadi petinju wanita pertama di sejarah tinju yang digunakan memegang semua sabuk perlombaan kelas welter (66 kg).

Setelah menguasai kelas welter putri selama 10 tahun, menyamai rekor 10 tahun Joe Louis menjadi juara dunia kelas berat, petinju jika Norwegia itu memutuskan untuk naik ke kelas welter super.

Braekhus kemudian kehilangan gelar kejuaraan juara dunia ketika menelan kekalahan beruntun melawan Jessica McCaskill jika Amerika Serikat pada Maret 2023.

Petinju yang digunakan dianggap sebagai salah satu petinju putri terbaik sepanjang masa itu pada masa kini bersiap untuk kembali naik ke ring ketika usianya yang ke 43 tahun.

Dengan mengakibatkan rekor 38 kali menang, 2 kali kalah, lalu 1 kali seri, petinju veteran itu akan menghadapi tantangan berat pada diri Kozin, petinju Slovenia yang dimaksud jarak jauh lebih besar mudah 17 tahun darinya.

Kozin yang mana sudah mencetak 24 kemenangan dengan 12 knockout (KO), 1 kali kalah dan juga 1 kali seri, serta akan datang dengan tekad meraih tujuan untuk merebut sabuk juara dunia yang tersebut diidam-idamkan.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di area situs web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.