macanbolanews.com Abdul Haris Fatgehipon
Guru Besar Damai & Resolusi Konflik
Fakultas Bidang Studi Sosial & Hukum UNJ
PERISTIWA Malapeka5 Januari 1974 atau lebih tinggi dikenal Malari 1974 adalah salah satu lembaran kelam di sejarah urusan politik di area Indonesia. Malari 1974 tidak ada hanya sekali menjadi cerita masa lalu tetapi juga memberikan pembelajaran berharga bagi generasi ketika ini.
Filsuf Romawi Marcus Tulius Cicero mengingatkan kita semua Histori vitae magistra, sejarah adalah guru terbaik pada keberadaan dengan mempelajari sejarah kita lebih banyak bijaksana lalu bukan mengulangi kesalahan yang digunakan sama.
Peristiwa Malari 1974
Berbagai pendapat muncul tentang menyebab kejadian Malari 1974, ada yang tersebut berpendapat perkembangan Malari 1974 terjadi oleh sebab itu ketidak puasan pelajar terhadap masuknya berbagai item sektor Negeri Sakura ke Indonesia, tinggi utang luar negeri, lalu prilaku korupsi para pejabat.
Sebagian kalangan berpendapat Peristiwa Malari 1974, merupakan aksi demonstrasi pelajar yang dimanfatkan oleh elit politik, untuk berebut tempat pada lingkaran kekuasaan Presiden Soeharto
Mantan Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) UI Hariman Siregar di wawancara dengan Tim Arsip UI tahun 2023, menyampaikan Peristiwa Malari 1974 adalah bentuk luapan kekecewaan mahasiswa, pelajar mengajukan permohonan pemerintah menghapuskan menindak berbagai praktek korupsi, penghapusan jabatan Asisten Pribadi Presiden Soeharto yang tersebut pada waktu itu dijabat oleh Ali Moertopo, Soedjono Hoemardani, Soerjo Wirjohadipoetra, Tjokropranolo. Mahasiswa juga memprotes penyelenggaraan Taman Mini ditengah sektor ekonomi negara yang digunakan sulit.
Peristiwa Malari 1974 bertepatan dengan kunjungan Utama Menteri Negeri Matahari Terbit Kakuei Tanaka yang tersebut akan berkunjung ke Indonesia tanggal 14-17 Januari 1974. Dema UI memohon pemerintah memfasilitasi dialog antara peserta didik juga Pertama Menteri Negeri Sakura Kakuei Tanaka.
Permintaan dialog dengan peserta didik disetujui oleh Utama Menteri Jepun Kakuei Tanaka, tetapi pelajar kemudian membatalkan rencana konferensi dengan Awal Menteri Jepun Kakuei Tanaka lalu memilih melakukan aksi jalanan.
Aksi jalanan pelajar telah dingatkan oleh Wakil Panglima ABRI juga Pangkopkamtib Jenderal Soemitro, aksi demonstrasi jalanan sangat berbahaya, sebab Ibukota adalah kota yang mana memiliki kesenjangan sosial,ekonomi,pendidikan yang tersebut tinggi, demonstrasi pelajar yang dijalankan dijalan akan dimanfatkan oleh berbagai pihak untuk melakukan kerusuhan, penjarahan, pembakaran.
Prediksi Jenderal Soemitro ternyata benar, ketika siswa melakukan demo diluar kampus UI Salemba dimanfaatkan oleh massa gelap, merekan muncul diberbagai titik di area Jakarta, melakukan pembakaran, penjarahan. massa yang bergabung di demonstrasi umumnya anak anak, seusia pelajar SMP juga SMA. Pembakaran, penjarahan terjadi di dalam kawasan Senen,Glodok, Blok M.















