Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Menpora ingatkan dualisme empat cabang olahraga segera diselesaikan

Menpora ingatkan dualisme empat cabang olahraga segera diselesaikan

DKI Jakarta – Menteri Pemuda dan juga Olahraga Erick Thohir mengingatkan agar permasalahan dualisme empat cabang olahraga segera diselesaikan pihak Komite Olahraga Nasional Indonesi (KONI), Komite Olimpiade Negara Indonesia (KOI), dan juga para pengurus federasi.

“Sudah terlalu lama para atlet berubah menjadi korban. Maka saya ingatkan kembali untuk para pihak untuk mengurangi kepentingan pribadi lalu ego setiap-tiap demi kejayaan olahraga kita,” kata Erick Thohir ke Jakarta, Rabu.

Persoalan dualisme kepengurusan pada empat cabang olahraga yaitu tenis meja, anggar, tinju, serta sepak takraw, telah berjalan bertahun-tahun yang tersebut berdampak perpecahan pada internal federasi yang mengorbankan para atlet yang digunakan bukan mampu menghadirkan nama bangsa berkompetisi di bervariasi turnamen internasional.

Menpora mengutarakan permasalahan tata kelola organisasi olahraga prestasi yang tersebut berlarut-larut bermetamorfosis menjadi prioritas untuk segera diselesaikan demi terwujudnya kedigdayaan Tanah Air pada pentas olahraga bumi sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Oleh sebab itu, ia sudah melayangkan surat untuk KONI lalu KOI sejak sebulan yang tersebut tak lama kemudian untuk menyelesaikan dualisme yang dimaksud akibat keharmonisan pengurus cabang olahraga juga berubah jadi motor utama mengantar para atlet meraih prestasi.

Masalah dualisme, kata dia, harus segera diselesaikan agar sanggup dijalankan konsolidasi Desain Besar Olahraga Nasional. “Selanjutnya kita sanggup bicara mengenai PON, SEA Games, Asian Games dan juga Olimpiade akan seperti apa,” katanya.

Menpora menginginkan KONI lalu KOI mengambil peran strategis untuk bisa jadi berembuk serta mengupayakan penyelesaian sengketa kepengurusan pada empat federasi tersebut, secara musyawarah juga mufakat sesuai Undang-Undang Keolahragaan.

Dia pun memberikan batas waktu penyelesaian sengketa paling lambat tiga bulan sejak surat dikirimkan, yaitu sampai akhir Desember 2025.

Jika sampai akhir Desember 2025 persoalan yang disebutkan belum juga ditangani secara tuntas, maka Menpora akan mengambil langkah yang digunakan diperlukan demi keberlangsungan pembinaan olahraga nasional sehingga para atlet dapat berkompetisi pada berubah-ubah event tingkat nasional maupun internasional.

“Tiga bulan adalah waktu yang dimaksud cukup untuk menyelesaikan sengketa kepengurusan cabang olahraga ini,” katanya.

Menpora menambahkan, pihaknya sudah pernah melakukan introspeksi dengan memperbaiki tata kelola di internal kementerian yang dimaksud dipimpinnya, sehingga ke menginginkan agar KONI, KOI, juga semua pengurus federasi juga melakukan hal mirip dengan duduk sama-sama untuk menyelesaikan permasalahan secara musyawarah untuk mencapai mufakat sebagai landasan merancang bangsa dan juga negara.