Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Panti Sosial Cipayung beri layanan kesejahteraan juga pengobatan untuk 103 anak

Panti Sosial Cipayung beri layanan kesejahteraan juga penyembuhan untuk 103 anak

DKI Jakarta – Panti Sosial Asuhan Anak Balita (PSAA) Tunas Bangsa, Cipayung, DKI Jakarta Timur memberikan layanan kesejahteraan dan juga penyembuhan terhadap 103 anak yang digunakan dirawat.

“Untuk penanganannya, pada PSAA balita ini, anak-anak diberikan layanan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, pendidikan, sosial, hingga pendampingan psikologis,” kata Kepala Panti Sosial Asuhan Anak Balita (PSAA) Tunas Bangsa Rida Mufrida pada Cipayung, Ibukota Timur, Jumat.

Tak hanya saja itu, ia menjelaskan, lembaga yang dimaksud juga memberikan beraneka layanan komprehensif bagi anak-anak yang tersebut dirawat, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga pendampingan psikologis.

Menurut dia, PSAA Tunas Bangsa merupakan unit pelayanan sosial dalam bawah naungan Dinas Sosial yang digunakan berfokus pada pengasuhan anak-anak, khususnya bayi juga balita yang mana membutuhkan pemeliharaan juga perawatan khusus.

Panti yang disebutkan juga memiliki tenaga profesional untuk menyokong bertambah kembang anak, di antaranya psikolog, guru sekolah anak usia dini (PAUD), dan juga tenaga pengobatan yang digunakan membantu perkembangan kemampuan anak.

Selain itu, anak-anak juga mendapatkan berubah-ubah bentuk terapi, antara lain penyembuhan bicara kemudian terapi motorik guna membantu perkembangan fisik maupun kemampuan komunikasi mereka.

Dalam aspek kesehatan, PSAA Tunas Bangsa bekerja serupa dengan Puskesmas Kecamatan Cipayung untuk melakukan konfirmasi keadaan kesejahteraan anak-anak tetap terpantau.

Pemeriksaan direalisasikan melalui kegiatan posyandu mandiri yang diselenggarakan dua kali setiap bulan, yakni pada Selasa pekan pertama serta Selasa pekan keempat.

“Pemeriksaan kebugaran kami lakukan bekerja mirip dengan Puskesmas Cipayung melalui posyandu mandiri dua kali di sebulan,” ujar Rida.

Tak semata-mata itu, pihak panti juga melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan anak. Monitoring juga evaluasi dilaksanakan oleh para pengasuh untuk menegaskan meningkat kembang anak berjalan optimal.

Rida menambahkan anak-anak yang dirawat di dalam PSAA Tunas Bangsa tiada belaka berasal dari kategori anak terlantar. Sebagian dari merek juga merupakan anak dari keluarga yang mana secara dunia usaha tiada mampu merawat anaknya.

“Ada juga anak yang tersebut kedua warga tuanya dikategorikan miskin juga tidak ada mampu merawat anaknya. Mereka bisa jadi dititipkan di Balita Tunas Bangsa, tapi harus melalui rujukan dari lembaga,” jelas Rida.

Panti yang dimaksud juga menerima penitipan anak dari lembaga lain, misalnya bayi yang tersebut lahir dari penduduk tua yang digunakan sedang menjalani perawatan pada panti sosial pendatang dengan gangguan jiwa jiwa (ODGJ).

“Contohnya, ada pemukim tua yang mana berada ke panti ODGJ, kemudian melahirkan, anaknya bisa jadi dititipkan dalam sini,” ucap Rida.

Sepanjang 2025, tercatat berjumlah 10 anak dari PSAA Tunas Bangsa sudah pernah diadopsi oleh penduduk tua angkat melalui proses yang dimaksud berlaku.

Saat ini, jumlah total anak yang dirawat di PSAA Tunas Bangsa mencapai 103 anak dengan rentang usia yang tersebut beragam. Rinciannya, sejumlah 30 bayi berusia 0-2 tahun, 22 anak berusia 2-4 tahun, dan juga 51 anak berusia 4-7 tahun.

Rida pun menegaskan seluruh anak yang tersebut berada di panti yang dimaksud mendapatkan pengasuhan juga layanan yang mana dirancang untuk menggalang berkembang kembang mereka secara optimal.