Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Parekraf Jaksel peringkat “Jelajah Ramadan” kenalkan masjid bersejarah

Parekraf Jaksel peringkat “Jelajah Ramadan” kenalkan masjid bersejarah

Ibukota Indonesia – Suku Dinas Perjalanan kemudian Sektor Bisnis Kreatif (Sudin Parekraf) Ibukota Indonesia Selatan (Jaksel) mengatur kegiatan “Jelajah Ramadan di dalam Selatan” untuk memperkenalkan destinasi wisata juga beberapa masjid bersejarah dalam wilayah yang dimaksud selama bulan Ramadhan.

“Kegiatan ini merupakan pengenalan destinasi wisata di Ibukota Indonesia Selatan dengan mengeksplorasi suatu kawasan melalui cerita sejarah, asal-usul kawasan hingga perkembangan arsitekturnya,” kata Kepala Suku Dinas Perjalanan juga Sektor Bisnis Kreatif Ibukota Indonesia Selatan Jonie Paulus Rumimper pada waktu dihubungi dalam Jakarta, Jumat.

Dia mengutarakan kegiatan yang disebutkan merupakan acara pengenalan destinasi wisata yang digunakan dikemas pada bentuk tur kawasan bersatu komunitas SANA Kenal Kota.

Kegiatan itu, kata dia, akan disertai sekitar 40 kontestan yang dimaksud berasal dari masyarakat, komunitas, dan juga unsur pemerintah kota lalu media.

“Peserta akan diajak mengunjungi beberapa lokasi, dalam antaranya Masjid Al Huriyyah Pasar Minggu, Masjid Al Kautsar di kawasan LPPI Kemang, dan juga Masjid Al Karomah ke Cipete,” terang Jonie.

Dia menuturkan kegiatan itu tiada sepenuhnya direalisasikan dengan berjalan kaki lantaran jarak antarlokasi yang digunakan cukup jarak jauh sehingga sebagian mobilisasi direalisasikan dengan menggunakan bus.

“Konsepnya permanen seperti walking tour untuk mengeksplorasi kawasan, tetapi tiada sepenuhnya berjalan kaki sebab ada mobilisasi antarlokasi menggunakan bus,” ungkap Jonie.

Kegiatan yang dimaksud berlangsung pada Sabtu, 14 Maret 2026, pukul 13.00 hingga 19.00 WIB, lalu dimulai dari halaman Kantor Wali Pusat Kota Ibukota Indonesia Selatan sebagai titik kumpul peserta.

Selain mengunjungi beberapa orang lokasi, partisipan juga akan mengikuti kegiatan membuka puasa dengan juga pertemuan makan di malam hari kemudian jejaring (networking).

Kegiatan itu pun diharapkan dapat memperkenalkan kemungkinan destinasi pada Ibukota Indonesia Selatan sekaligus menggalakkan iklan pariwisata area terhadap rakyat luas melalui peran media serta komunitas.