Malang, Jawa Timur – Pemain sepak bola Paulinho Moccelin tak lagi berubah menjadi bagian dari skuad Arema FC pada kompetisi BRI Super League 2025/2026 pasca resmi memutus kontrak serta mengundurkan diri sebab harus kembali ke Brasil untuk menyelesaikan urusan keluarga.
“Dia harus memutus kontraknya dengan Arema lantaran ada permasalahan dengan keluarganya,” kata General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi ke Daerah Perkotaan Malang, Jawa Timur, Selasa.
Yusrinal mengatakan Paulinho mengambil tindakan mengakhiri masa bakti dengan Arema FC tidaklah secara mendadak, sebab beliau sudah ada selalu berupaya keras membagi fokus antara karir pada Malang dengan urusan keluarganya di kurun dua bulan ke belakang.
Meski demikian, upaya dari sang pemain tiada berbuah hasil baik sehingga menghadapi pilihan sulit serta akhirnya memutuskan kembali ke Brasil.
Dia menyampaikan manajemen menghormati kebijakan dari Paulinho, meskipun sebetulnya membutuhkan tenaganya untuk mengarungi perjalan di dalam putaran pertama yang dimaksud tersisa empat pertandingan lagi sebelum memasuki masa jeda paruh musim.
“Menurut beliau juga keluarganya, itu (pulang ke Brasil) satu-satunya jalan untuk menyelesaikan hambatan di dalam keluarga dia,” ujarnya.
Paulinho Moccelin pun telah berpamitan dengan jajaran pelatih, pemain, serta manajemen sebelum meninggalkan Malang.
Sang pemain juga sudah ada mengirimkan surat pernyataan terima kasih terhadap seluruh elemen Arema FC, termasuk ditujukan bagi suporter.
Dalam surat itu, Paulinho menegaskan kepergiannya dari Arema FC murni lantaran urusan keluarga lalu sudah ada mendapatkan persetujuan manajemen klub.
“Karena alasan pribadi kemudian melawan persetujuan klub, saya akan pensiun dari perjalanan saya pada Arema FC. Saya sangat berterima kasih terhadap keluarga Arema berhadapan dengan semua waktu yang mana sudah dihabiskan bersama, rasa hormat, dan juga kemitraan selama periode ini,” tulis Paulinho pada surat pernyataan resminya.
Meski bisa saja lama membela Arema, sang pemain enggan apabila keputusannya disebut sebagai perpisahan selamanya.
“Saya berharap babak-babak selanjutnya akan sebanding istimewanya. Perpisahan kita diiringi rasa syukur. Ini adalah bukanlah perpisahan, sampai jumpa lagi, penuh rasa syukur. Terima kasih berhadapan dengan semua yang dimaksud telah lama kita bangun bersama,” ucap dia.















