Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

PBB tuntut kepatuhan hukum internasional usai Negeri Paman Sam ancam Venezuela

PBB tuntut kepatuhan hukum internasional usai Negeri Paman Sam ancam Venezuela

Istanbul – PBB pada Mulai Pekan memohonkan kepatuhan penuh terhadap hukum internasional demi keamanan penerbangan sipil internasional menyusul pengumuman Amerika Serikat bahwa wilayah udara Venezuela akan “ditutup sepenuhnya.”

Seruan yang dimaksud muncul setelahnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengancam dalam media sosial untuk “menutup sepenuhnya” wilayah udara Venezuela, yang tersebut menyokong Caracas untuk menuntut “penghormatan tanpa syarat” berhadapan dengan wilayah udaranya.

Meski demikian, PBB tetap bersikap identik di berada dalam meningkatnya ketegangan antara dua negara tersebut, sebut Juru bicara sekretaris jenderal PBB Stephane Dujarric terhadap wartawan

Dia mendesak negara yang dimaksud berseteru untuk menghormati kewajiban dia melawan hukum internasional, di antaranya Piagam PBB kemudian semua kerangka hukum yang dimaksud berlaku dan juga menggunakan mekanisme yang dimaksud ada untuk mengatasi kesulitan secara damai demi menjamin keselamatan, keamanan, juga konektivitas penerbangan sipil internasional.”

Menanggapi laporan dalam The Washington Post yang menyatakan Menteri Defense Pete Hegseth memerintahkan serangan terhadap kapal yang diduga menyebabkan narkoba, Dujarric menyatakan bahwa Sekretaris Jenderal Antonio Guterres “tetap sangat prihatin” tentang hal tersebut.

Dujarric juga merujuk pernyataan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Volker Turk, yang sebelumnya telah lama mengindikasikan bahwa serangan militer yang dimaksud mungkin saja melanggar hukum hak asasi manusia internasional kemudian sudah pernah menyerukan penyelidikan menghadapi serangan tersebut.

Gedung Putih mengonfirmasi pada Mulai Pekan bahwa Hegseth telah lama mengesahkan perintah yang dimaksud pada 2 September, tetapi perintah penyerangan dikeluarkan oleh Laksamana Angkatan Laut Frank Bradley, yang menurut juru bicara Caroline Leavitt sudah pernah bekerja “dengan baik sesuai kewenangannya serta sesuai hukum” di mengarahkan serangan mematikan tersebut.

AS sudah memperluas operasi militer dalam seluruh Amerika Latin di beberapa bulan terakhir, mengerahkan Marinir, kapal perang, jet tempur, pesawat pengebom, kapal selam, kemudian drone.

Pekan lalu, Trump menyatakan Amerika Serikat akan “segera” mengambil tindakan terhadap para pengedar narkoba Venezuela dalam darat.

Sejak September, militer Amerika Serikat telah dilakukan melancarkan 21 serangan terhadap kapal yang diklaimnya menyebabkan muatan narkoba, menewaskan 83 orang.