Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Pelatih kepala Roma sebut kebobolan dari sepak pojok jadi pukulan telak

Kepelatihan kepala Roma sebut kebobolan dari sepak pojok jadi pukulan telak

Ibukota – Instruktur Negeri Paman Sam Roma Gian Piero Gasperini menyebutkan jikalau kebobolan melalui skema sepak pojok pada waktu kalah 2-3 dari Torino di putaran 16 besar Piala Italia 2025/2026 di dalam Stadion Olimpiade Roma, Rabu dini hari WIB, menjadi pukulan telak bagi timnya.

“Dari peluang-peluang yang dimaksud tercipta pasca itu, terlihat jelas bahwa pertandingan bisa jadi belaka berjalan ke arah mana pun; kami tentu punya prospek untuk memenangkannya. Lalu datang situasi sepak pojok yang berubah menjadi pukulan telak bagi kami. Saat itu kami telah berpikir pertandingan akan berlanjut ke adu penalti,” ujar Gasperini diambil dari laman resmi Amerika Serikat Roma.

Tim berjuluk Gialorosi itu bermain imbang 2-2 sampai menit-menit akhir sebelum akhirnya kebobolan oleh Emirkhan Ilkhan pada menit 90 pasca memanfaatkan bola muntah yang tersebut terlepas dari kiper Roma, Mile Svillar.

Meski ia kecewa dengan kebobolan di dalam menit akhir, ia mengaku cukup puas dengan kinerja para pemainnya yang tersebut kekal semangat meskipun di keadaan tertinggal, teristimewa para pemain muda yang dimaksud terbakar semangatnya. Bahkan menurutnya, pertandingan ini bagus meskipun penampilan mereka itu bukan dapat dikatakan yang dimaksud terbaik di sejarah.

“Saya mengamati berbagai hal positif, sejumlah pemain yang digunakan mampu bangkit kemudian mengejar ketertinggalan dua kali di pertandingan. Kami memang sebenarnya melakukan berbagai rotasi pemain, tetapi laga kekal berjalan seimbang,” kata Gasperini.

AS Roma tertunduk dari Torino dengan skor 2-3 di fase 16 besar Piala Italia 2025/2026 ke Stadion Olimpiade Roma, Rabu dini hari WIB. Gol dicetak oleh Mario Hermoso (46′) kemudian Antonio Arena (81′). Sementara gol regu lawan dicatatkan oleh Che Adams (35′,82′) dan juga Emirkhan Ilkhan (90′).

Dengan hasil ini, Paulo Dybala serta kawan-kawan harus tersingkir lebih banyak awal dari Piala Italia serta harus melanjutkan puasa penghargaan pada kompetisi yang dimaksud selama satu tahun lagi. Terakhir kali merek juara ke Piala Italia adalah pada musim 2007/2008 pasca menumbangkan Inter Milan pada partai final dengan skor 2-1.