Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Pemberontakan Mossad Picu Kegagalan Serangan negara Israel ke Qatar

Pemberontakan Mossad Picu Kegagalan Serangan negara tanah Israel ke Qatar

Macanbolanews

macanbolanews.com DOHA – Upaya negara Israel untuk membunuh para pemimpin kelompok Hamas di tempat Qatar menghadapi pengawasan yang digunakan semakin ketat setelahnya laporan mengungkapkan bahwa badan intelijen Mossad menolak untuk melakukan operasi darat yang tersebut direncanakan. Pemberontakan Mossad itu sebab khawatir akan berdampak pada perundingan gencatan senjata serta hubungan dengan Doha.

Sebaliknya, negeri Israel menggunakan serangan udara — serangan yang saat ini semakin diyakini oleh lembaga keamanannya sendiri gagal membunuh para pemimpin organisasi Hamas yang mana menjadi targetnya.

Washington Post melaporkan bahwa Mossad sendiri telah terjadi menyusun rencana pada beberapa minggu terakhir untuk melakukan pembunuhan rahasia dalam darat di tempat Doha, tetapi pimpinannya, David Barnea, menentang rencana tersebut.

Badan yang disebutkan menilai bahwa pembunuhan para pemimpin gerakan Hamas yang tersebut diasingkan pada Qatar tiada hanya saja akan membahayakan negosiasi penyanderaan yang sedang berlangsung, tetapi juga merusak hubungan sensitifnya dengan Doha, mediator penting.

Mengapa Pemberontakan Mossad Picu Kegagalan Serangan tanah Israel ke Qatar?

1. Serangan ke Qatar Jadi Bumerang

Para pemimpin selamat: Serangan udara semata-mata menewaskan anggota organisasi Hamas tingkat rendah kemudian manusia penjaga Qatar. gerakan Hamas mengungkapkan para pemimpin seniornya berhasil lolos.

Mediasi gagal: Qatar, kunci gencatan senjata kemudian kesepakatan penyanderaan sebelumnya, mengutuk serangan tersebut. Utama menterinya menyatakan perundingan pada waktu ini tidak ada lagi “valid”.

Dengan sekitar 20 sandera masih berada dalam Gaza, keluarga khawatir Netanyahu telah dilakukan “menghancurkan” prospek kesepakatan.

Hubungan Negeri Paman Sam yang tersebut tegang: Trump mengungkapkan ia “sangat tiada senang” dengan serangan itu, menandakan ketegangan yang mana jarang terjadi dengan Israel.

Netanyahu mengharapkan “citra kemenangan”. Sebaliknya, ia menghadapi kemarahan umum yang dimaksud semakin besar dalam di negeri kemudian isolasi internasional yang tersebut baru.