Ibukota – Pusat Bidang kedokteran lalu Kesejahteraan (Pusdokkes) RS Polri Kramat Jati menyebutkan bukan ada tanda kekerasan pada pelaku pembunuhan yang digunakan juga ayah tiri Alvaro Kiano Nugroho, bernama Alex Iskandar (AI).
“Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh lainnya,” kata Dokter Forensik Pusdokkes RS Polri, Kramat Jati, Dokter Farah ketika konferensi pers di Mapolres Metro DKI Jakarta Selatan, Senin.
Farah menjelaskan berdasarkan pemeriksaan keseluruhan dari jenazah yang dimaksud belaka ditemukan adanya luka lecet tekan yang dimaksud melingkari leher.
“Itu diduga sesuai dengan pola gambarannya sesuai dengan perkara gantung (diri),” katanya.
Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menyebutkan pihaknya telah lama mengajukan untuk keluarga untuk direalisasikan autopsi terhadap jenazah.
“Kami juga mengajukan terhadap pihak keluarga untuk dijalankan autopsi, tetapi pihak keluarga belum berkenan. Kita menghormati proses kedukaan dari pihak keluarga,” katanya.
Kepolisian membenarkan pelaku pembunuhan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang digunakan hilang di dalam Pesanggrahan, Ibukota Selatan, ditemukan meninggal usai minta ganti celana.
“Pertama beliau menggunakan celana pendek yang diberi oleh penyidik, akibat celana pendek itu kotor, ia minta untuk diganti celana panjang,” kata Kepala Sektor (Kabid) Hubungan Komunitas (Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto di konferensi pers pada Polres Metro Ibukota Selatan, Senin.
Budi menyatakan awalnya pada Akhir Pekan (23/11) pagi pukul 06.00 WIB, terperiksa izin untuk ke toilet, sehingga beliau dianggap telah buang air ke celana.
Namun, ternyata celana pendek itu kotor, kemudian beliau mengajukan permohonan celana panjang untuk diganti.
“Jam 09.00 Waktu Indonesia Barat pagi ditemukan oleh rekannya tadi yaitu saksi kunci inisial G mengawasi dari pintu, itu ada bilah kaca di dalam sedang mengamati dituduh pada status menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri,” ucapnya.
Kepolisian mengungkap motif pembunuhan anak bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang mana diduga dikerjakan oleh ayah tirinya bernama Alex Iskandar (AI) akibat cemburu dengan istrinya.
Dari tahapan pemeriksaan oleh penyidik, dikatakan terlapor memiliki dorongan emosional serta niat untuk melakukan balas dendam yang tersebut berawal dari rasa cemburu.














