Lombok Tengah – Ribuan partisipan kompetisi lari Mandalika Last Sunday Run yang dijalankan pada Sirkuit Pertamina Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu, berdonasi untuk penderita bencana banjir yang digunakan di dalam Aceh, Sumatera Utara, juga Sumatera Barat.
“Peserta mencapai 1.200 orang. Untuk donasi yang mana terkumpul belum kami hitung, meskipun sedikit diharapkan dapat membantu warga yang tersebut terdampak bencana alam ke Sumatera,” kata Chairman Mandalika Last Sunday Run 2025 Rully Habibie ke Lombok Tengah, Minggu.
Selain mengatur donasi dari para peserta, Mandalika Last Sunday Run juga menjaring partisipasi dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, juga Menengah (UMKM) lokal.
Digelar dengan atmosfer laiknya sebuah festival lewat penampilan performa DJ dan juga gerai-gerai kafe kopi, Mandalika Last Sunday Run dihadiri oleh para partisipan di dua kategori yakni 4,3K serta 10K.
Rully menegaskan kompetisi yang dimaksud bermetamorfosis menjadi bagian dari upaya Mandalika Grand Prix Association (MGPA) untuk memaksimalkan pemanfaatan sirkuit balap yang dimaksud sepanjang tahun.
Melalui Mandalika Last Sunday Run, para partisipan berkesempatan untuk merasakan pengalaman unik berlari pada jalur balap bertaraf dunia, dengan suasana festival sebagai penutup tahun yang tersebut berkesan.
“Ini lari santai, sehingga partisipan juga dapat berswafoto sama-sama teman maupun keluarga,” katanya.
Ia mengutarakan kegiatan ini merupakan langkah awal pada membantu penawaran pariwisata maupun pengembangan atlet di NTB.
Oleh lantaran itu, kegiatan ini akan dijalankan kembali pada 27 Desember 2026 mendatang dengan konsep yang berbeda dan juga mampu menggalang peningkatan kunjungan wisatawan di dalam Nusa Tenggara Barat.
“Tahun depan, Mandalika Last Sunday Run ini kembali dilakukan pada 27 Desember 2026,” katanya.















