DKI Jakarta – Detroit Pistons akan kembali beraksi pasca libur Natal dengan menantang Utah Jazz dengan mengandalkan kedalaman skuad, di pertandingan NBA 2025-2026, dalam Salt Lake City, Amerika Serikat (AS), Hari Sabtu (27/12) pagi WIB.
Laman NBA, Jumat, menyampaikan Pistons datang dengan status sebagai pemuncak klasemen Wilayah Timur dan juga menyebabkan kepercayaan diri tinggi, meskipun harus menghabiskan masa liburan pada tur tandang Wilayah Barat.
“Para pemain menghasilkan banyak permainan penting dalam momen krusial dan juga itu menunjukkan kedalaman dan juga kebersamaan kelompok ini,” ahli Detroit Pistons JB Bickerstaff yang digunakan menekankan kontribusi kolektif sebagai kunci keberhasilan timnya sejauh ini.
Detroit menghentikan rangkaian laga sebelum Natal 2025 dengan dua kemenangan beruntun, masing-masing menghadapi Portland Trail Blazers kemudian Sacramento Kings.
Hasil yang disebutkan mengukuhkan rekor Pistons bermetamorfosis menjadi 24 kemenangan dan juga enam kekalahan, alias pencapaian terbaik klub di 30 laga sejak musim 2005-2006.
Pistons juga telah berhadapan dengan Jazz musim ini, tepatnya pada 5 November tak lama kemudian dalam rumah mereka, dengan kemenangan 114-103.
Dalam laga tersebut, Svi Mykhailiuk mencetak 28 poin untuk Utah, namun tak cukup membendung laju tuan rumah.
Sementara, Jazz justru menghadapi laga berhadapan dengan Pistons dengan tren negatif
Kekalahan 128-137 dari Memphis Grizzlies pada laga Natal (Christmas Day Match) bermetamorfosis menjadi kekalahan keempat beruntun mereka, yang mana sekarang ini tercatat sebagai kelompok dengan pertahanan terburuk ke liga, yakni kebobolan rata-rata 127,4 poin per laga (ppg).
Pelatih Utah Jazz Will Hardy mengakui masih sejumlah pekerjaan rumah, khususnya ke sisi komunikasi bertahan.
“Kami rutin mengerti skema yang digunakan sama, tetapi kekal harus mengatakannya dengan jelas di dalam lapangan, teristimewa pada waktu melakukan switch,” kata dia.
Pertandingan Utah Jazz bertarung dengan Detroit Pistons juga mempertemukan dua mesin poin dalam masing-masing klub, yaitu Cade Cunningham ke kubu tamu dan juga Lauri Markkanen dari tuan rumah.
Cunningham unggul pada pertandingan terakhir, namun Markkanen masih mengatur rata-rata poin musim ini.













