Ibukota Indonesia – Tim Patroli Perintis Presisi (TPPP) Polres Metro DKI Jakarta Utara mengamankan 11 remaja yang kedapatan menyebabkan senjata tajam (sajam) kemudian cairan kimia diduga air keras ketika melintas di dalam kawasan Tanjung Priok, Selasa (18/11).
“Mereka berusia antara 15 hingga 19 tahun, berasal dari beberapa orang wilayah di Ibukota Pusat, Ibukota Indonesia Utara, DKI Jakarta Barat, kemudian Ibukota Timur,” kata Pimpinan TPPP Polres Metro Ibukota Indonesia Utara Ipda Ciptadi Akbar dalam Jakarta, Jumat.
Dari sekelompok remaja tersebut, kata dia, personel mengamankan 15 unit kendaraan beroda dua motor, sembilan bilah senjata tajam, satu unit stik golf, serta satu botol cairan yang mana diduga air keras.
Menurut dia, pada waktu ini seluruh remaja itu mengikuti proses klarifikasi serta pendalaman tindakan hukum untuk memverifikasi peran merek masing-masing.
“Mereka pada waktu ini masih menjalani pemeriksaan di Polres Metro Ibukota Utara,” ujar Ciptadi.
Dia menceritakan penangkapan gerombolan remaja itu diwujudkan setelahnya Tim TPPP menerima laporan dari layanan darurat 110 mengenai kelompok pengendara motor yang tersebut melintas pada Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, sambil menyebabkan benda berbahaya.
Kemudian, regu patroli secara intensif melakukan penyisiran dan juga menemukan kelompok yang disebutkan ke kawasan Jalan Inspeksi Kali Sunter, Tanjung Priok.
“Kami lakukan pemeriksaan pada tempat kejadian kemudian ditemukan beberapa jumlah barang bukti,” ucap Ciptadi.
Para remaja itu kemudian dibawa ke Polres Metro Ibukota Indonesia Utara untuk pemeriksaan tambahan lanjut.
“Kepolisian menegaskan rute penanganan direalisasikan sesuai prosedur lalu terus menjunjung hak-hak para terperiksa,” tutur Ciptadi.
Lebih lanjut, beliau pun mengimbau seluruh rakyat agar melaporkan aktivitas yang dimaksud berisiko membahayakan keamanan lingkungan melalui layanan 110.
“Patroli intensif akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari inisiatif melindungi situasi kamtibmas (keamanan serta ketertiban masyarakat) kekal kondusif,” ungkap Ciptadi.














