Ibukota – Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Ibukota Indonesia Utara AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar menyatakan penyidik masih belum dapat mengungkap penggerak tewasnya seseorang ibu serta dua anaknya ke di rumah kontrakan dalam Jalan Warakas 5 Gang 10, Tanjung Priok, hari terakhir pekan pagi.
“Untuk dugaan pemicu kematian belum bisa jadi kami komunikasikan ketika ini akibat langkah-langkah analisa lalu pemeriksaan masih berlangsung,” kata Onkoseno di Jakarta, Jumat.
Terkait dugaan keracunan yang berubah menjadi pemicu satu keluarga ini tewas, penyidik belum dapat melakukan konfirmasi hal tersebut. “Ini masih pada langkah-langkah pemeriksaan,” ujarnya.
Ketiga penderita ditemukan pada sebuah rumah kontrakan di keadaan meninggal kemudian hasil penanganan awal ke tempat kejadian kejadian ketiga orang yang terluka tewas di kondisi mulut berbusa kemudian ada ruam merah.
“Kami masih melakukan olah TKP hingga di malam hari ini. Ada beberapa barang yang mana kami amankan untuk selanjutnya kita lakukan penelitian dengan laboratorium forensik,” kata Onkoseno.
Sementara untuk beberapa barang-barang yang digunakan ada ke di kontrakantersebut seperti botol, seprai serta baju, sedang dikerjakan pemeriksaan.
“Ada saksi dari putra dari individu yang terjebak juga, itu sedang kita lakukan pemeriksaan. Total saksi ada empat orang,” katanya.
Sebelumnya, tiga khalayak yang terdiri dari dua perempuan lalu satu anak laki-laki ditemukan meninggal bola dalam pada rumah kontrakan ke Jalan Warakas 5, Gang 10, Kecamatan Tanjung Priok, Ibukota Utara, pada Hari Jumat pagi.
Sementara itu, satu orang yang terdampar selamat dan juga dibawa ke RSUD Koja untuk mendapatkan perawatan medis.
Korban yang meninggal dunia, yakni anak laki-laki berinisial AAB (13), perempuan berinisial SS (50) juga perempuan berinisial AAL (27). Sementara individu yang terjebak yang selamat itu pria berinisial ASJ (22).














