Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Polisi gagalkan tawuran remaja di Flyover Klender pada waktu Tahun Baru

Polisi gagalkan tawuran remaja dalam Flyover Klender pada waktu Tahun Baru

Ibukota – Polres Metro Ibukota Timur menggagalkan rencana tawuran yang tersebut diduga melibatkan dua kelompok remaja pada kawasan jalan lanyang atau Flyover Klender, Duren Sawit, Ibukota Indonesia Timur, pada Kamis (1/1) dini hari.

“Memang ada (kejadian), tapi tak ada korban, kemudian sebetulnya belum sampai terbentuk tawuran sebab telah sanggup kami antisipasi tambahan dulu,” kata Kapolres Metro Ibukota Indonesia Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal pada waktu dikonfirmasi di Jakarta, Kamis.

Peristiwa yang disebutkan dapat diantisipasi oleh aparat kepolisian sebelum terbentuk bentrokan terbuka, sehingga bukan menyebabkan penderita jiwa maupun luka.

Alfian menjelaskan peluang tawuran itu terdeteksi sekitar pukul 00.30 Waktu Indonesia Barat atau tiada lama setelahnya pergantian tahun. Peristiwa yang dimaksud juga popular dalam media sosial Instagram @jakarta.terkini.

Petugas ke lapangan yang dimaksud telah dilakukan disiagakan sejak di malam hari pergantian tahun segera bergerak setelahnya menemukan tanda-tanda yang tersebut mengarah pada tawuran.

Menurut Alfian, dua kelompok yang disebutkan diduga sudah bersepakat untuk bertemu di sekitar Flyover Klender. Sebagai sinyal atau kode, merek menyalakan petasan, yang mana selama ini kerap berubah menjadi penanda sebelum tawuran dimulai.

“Mereka ini kan biasanya pakai tanda, seperti menyalakan petasan. Itu kode biasa seperti itu. Nah, kami telah tahu pola tersebut. Begitu ada petasan, anggota dengan segera bergerak,” jelas Alfian.

Tim perintis Polres Metro Ibukota Indonesia Timur yang tersebut pada waktu itu melakukan patroli segera menuju lokasi setelahnya mengawasi kerumunan. Massa dari kedua kelompok secara langsung diurai juga dipisahkan sebelum sempat saling menyerang satu sejenis lain.

“Anggota kami yang digunakan bertugas dengan segera mengantisipasi. Sebelum adanya tawuran, kami urai dulu, kami pisahkan, hingga akhirnya situasi aman,” terang Alfian.

Di tempat kejadian kejadian, polisi menemukan beberapa penduduk menyebabkan senjata tajam, namun pihaknya memilih untuk mengedepankan tindakan pencegahan (preventif), mengingat kepadatan masyarakat pada waktu malam pergantian tahun.

“Sudah teridentifikasi kelompoknya, cuma oleh sebab itu tiada ada individu yang terjebak lalu situasinya harus cepat diurai, kami tambahan mengutamakan pencegahan. Kalau kami fokus mengamankan orangnya, sementara masih banyak tempat kejadian lain yang digunakan juga harus kami atur,” tutur Alfian.

Meski demikian, ia melakukan konfirmasi situasi ke kawasan Flyover Klender kembali kondusif pasca massa dibubarkan. Tidak ada laporan warga yang tersebut menjadi individu yang terjebak maupun kecacatan infrastruktur umum.

“Aman, aman. Tidak ada rakyat atau penduduk yang bermetamorfosis menjadi orang yang terdampar jiwa, luka, juga sebagainya. Tidak ada serupa sekali,” tegas Alfian.

Dia memaparkan pengamanan pada waktu malam tahun baru di dalam Ibukota Indonesia Timur melibatkan penebalan personel di beberapa orang titik rawan tawuran lalu kerumunan massa.

Salah satu fokusnya, yakni menjaga dari aktivitas kriminal kemudian gangguan ketertiban yang kerap meningkat pada waktu perayaan pergantian tahun.

“Kami memang benar sudah ada mapping lokasi-lokasi yang mana berkemungkinan berjalan tawuran. Jadi, langkah pencegahan bermetamorfosis menjadi prioritas,” ungkap Alfian.

Dia pun mengimbau masyarakat, khususnya remaja, agar bukan terlibat pada aksi yang tersebut berisiko membahayakan diri sendiri kemudian pendatang lain. Orang tua juga diminta agar bergabung mengawasi aktivitas anak-anak mereka ketika berada di dalam luar rumah.

Polres Metro DKI Jakarta Timur melakukan konfirmasi patroli kekal dilaksanakan secara berkala, khususnya pada jam-jam rawan demi melindungi keamanan juga ketertiban komunitas pascaperayaan tahun baru.