Ibukota Indonesia – Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Ibukota Utara (Jakut) AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar mengutarakan penderita berinisial ASJ (22) yang dimaksud kritis ketika ditemukan pada area tewasnya tiga pendatang di dalam Warakas, Tanjung Priok, pada Hari Jumat (2/1) kemudian kondisinya pada masa kini sudah ada mulai membaik.
“Kami mendapatkan info kondisi sudah ada berangsur membaik, kemudian tentunya yang mana bersangkutan nantinya akan kita lakukan pemeriksaan,” kata Onkoseno di dalam Jakarta, Senin.
Dia pun menyatakan orang yang terdampar yang disebutkan ketika ini perlahan telah dimintai keterangan secara terbatas, mengamati kondisinya yang digunakan belum pulih sepenuhnya.
“Ke depan, masih akan kita lakukan pemeriksaan,” ujar Onkoseno.
Saat ini, kata dia, penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap beberapa saksi. Terdapat 10 saksi yang mana telah diperiksa. Kemungkinan, jumlah agregat saksi masih bisa jadi bertambah.
Selain melakukan pemeriksaan, polisi juga masih mengantisipasi hasil pemeriksaan dari laboratorium forensik RS Polri.
“Kami masih menanti hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk menemukan bukti-bukti pendukung lainnya,” tutur Onkoseno.
Menurut dia, pada Senin, telah lama dilaksanakan pemeriksaan secara intensif oleh penyelidik.
“Untuk racun diminum atau tidak, nah, itu yang mana sedang diteliti di laboratorium,” ungkap Onkoseno.
Terkait temuan baru di lokasi, ia menjelaskan pihaknya lebih banyak berfokus pada makanan serta minuman yang ditemukan di dalam posisi kejadian.
“Karena yang kami bandingkan adalah dari yang digunakan makanan dan juga minuman yang digunakan ada maupun yang tersebut sudah ada masuk ke di tubuh korban,” terang Onkoseno.
Sementara itu, mengenai isi zat berbahaya pada pada makanan atau minuman, seperti sianida, polisi masih belum dapat menegaskan hal tersebut,
“Kami masih mengantisipasi hasil pemeriksaan laboratorium, juga kami masih mendalami apa ada indikasi perbuatan pidana di perkara ini,” tegas Onkoseno.
Sebelumnya, tiga pemukim yang dimaksud terdiri dari dua perempuan juga satu anak laki-laki ditemukan meninggal dunia dalam di rumah kontrakan pada Jalan Warakas 5, Gang 10, Kecamatan Tanjung Priok, Ibukota Utara, hari terakhir pekan (2/1) pagi.
Sementara itu, terdapat satu individu yang terjebak yang dimaksud selamat dan juga dibawa ke RSUD Koja untuk mendapatkan perawatan medis.
Korban yang digunakan meninggal dunia, yakni anak laki-laki berinisial AAB (13), perempuan berinisial SS (50) lalu perempuan berinisial AAL (27). Sementara penderita yang tersebut selamat itu pria berinisial ASJ (22).














