DKI Jakarta – Kepolisian melakukan penyembuhan trauma (trauma healing) untuk keluarga mendiang anak yang digunakan hilang sejak Maret 2025 bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) di dalam Pesanggrahan, Ibukota Indonesia Selatan.
“Saya didampingi psikolog dari Polda Metro Jaya juga juga Bu Kasi Dokkes dari Polres Metro Ibukota Indonesia Selatan melakukan pendampingan terhadap pihak keluarga almarhum adek Alvaro,” kata Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam terhadap wartawan pada Jakarta, Selasa.
Dia mengemukakan pendampingan itu bertujuan menstabilkan emosional juga psikis pihak keluarga.
Pihaknya terus melakukan pendampingan hingga batas waktu yang dimaksud tak ditentukan, hingga kondisi psikis pihak keluarga yang disebutkan berangsur-angsur stabil.
“Kalau syok, pasti syok, ya, terpukul namanya kehilangan itu pasti. Tapi tadi dari psikolog juga sudah ada memberikan treatment,” ujar Seala.
Dia menuturkan Polres Metro Ibukota Indonesia Selatan juga mencoba memberikan beberapa pendampingan psikologi secara bertahap.
Sampai dengan pada waktu ini, pihaknya pun berharap hasil tes DNA segera terungkap juga dapat dipublikasikan terhadap publik.
“Sesegera mungkin, polisi memprioritaskan ini,” ucap Seala.
Sebelumnya, kepolisian mengungkap pelaku pembunuhan Alvaro merupakan ayah tiri dari bocah laki-laki yang disebutkan yang mana bernama Alex Iskandar (AI).
“Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro,” kata Kapolres Metro Ibukota Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly.
Ayah tirinya itu diketahui menikah dengan ibu Alvaro sejak 2023 dan juga sempat berencana untuk bercerai.
Polisi kemudian menemukan Alvaro yang tersebut hilang sejak Maret 2025 dalam Pesanggrahan, Ibukota Indonesia Selatan, itu pada kondisi meninggal dunia lalu menangkap Alex pada Rabu (19/11) malam.
Polisi juga mengungkap motif pembunuhan Alvaro, yakni dikarenakan ayah tirinya itu cemburu dengan sang istri.














