Ibukota – Polisi masih menyelidiki pelaku pengancaman bom melalui surat elektronik (email) ke 10 sekolah di dalam Depok, Jawa Barat.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi menjelaskan pengirim email yang disebutkan menggunakan nama Kamila Hamdi dengan alamat email kluthfiahamdi@gmail.com.
“Alamat email yang digunakan oleh pelaku ketika ini telah diselidiki oleh polisi,” katanya di keterangannya ke Jakarta, Rabu.
Ia menambahkan pihaknya belum dapat menjelaskan apakah benar email yang disebutkan memang benar sengaja mengirim ancaman yang dimaksud atau diretas oleh pemukim lain.
“Sebenarnya, kita enggak tahu email yang dimaksud dipakai penduduk lain atau tidak, apakah benar si pemilik alamat email itu yang digunakan ketik atau enggak, masih pada proses penyelidikan,” kata Made Budi.
Berdasarkan foto yang tersebut diterima ANTARA, ancaman yang dimaksud jikalau diterjemahkan berbunyi:
“Sekolah se-kota Depok yang dimaksud terima email saya, saya akan teror bom, serupa culik, bunuh, tebar narkoba ke semua sekolah yang tersebut terima email ini waktu yang digunakan kamu semua tunggu aja anak-anak didik kamu semua jadi korban.
Saya benci sejenis institusi belajar pada Depok, bukan terima polisi tidaklah adil, bukan tanggapin laporan polisi saya oleh sebab itu saya diperkosa lalu cowok yang dimaksud perkosa saya tiada tanggung jawab menikahi saya.
Saya Kamila Luthfiani Hamdi alumni SMP dan juga SMA IT Nurrurahman, alumni Universitas Telkom, saya sangat bertanggung jawab melawan yang mana saya lakukan
Jalan Jati Ulin blok F/no 6 kavling UI barat rumah saya
Saya tiada takut identik apa yang mana saya lakukan dengan nama almamater-almamater saya”
Terkait bentuk ancaman tersebut, Made Budi menyebutkan pihaknya telah lama melakukan pengecekan alamat rumah yang disebutkan kemudian memang benar benar ada alamat rumah tersebut.
“Rumah yang mana disebut itu memang benar ada ke situ alamatnya, tapi itu rumah si Kamila atau bukanlah belum tahu serta belum sanggup dipastikan si Kamila tinggal di dalam situ atau tidak ada sebab masih di penyelidikan,” katanya.
Sebelumnya, polisi membenarkan adanya ancaman bom itu pada beberapa orang sekolah di dalam Depok, Jawa Barat.
“Iya betul, pada waktu ini sudah ada diwujudkan penyisiran,” kata AKP Made Budi pada waktu itu, Selasa (23/12).
Namun, Made menyebutkan, ancaman bom yang dimaksud tidak ada terbukti. Saat ini pihaknya masih melakukan penyisiran terhadap 10 sekolah yang menerima ancaman tersebut.
Made menyebutkan data sekolah yang dimaksud diancam pelaku, yaitu, SMA Arrahman, SMA Mawaddah, SMA N 4 Depok, SMA PGRI Depok, SMA Bintara Depok, SMA Budi Bhakti, SMA Cakra Buana Depok, SMA Muhammadiyah 7 Sawangan, SMAIT Nururrahman lalu SMAN 6 Depok.














