Tangerang Selatan – Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan (Tangsel), Polda Metro Jaya, sudah pernah menetapkan dua pemukim sebagai terdakwa di insiden ledakan yang tersebut berjalan di dalam Gedung Nucleus Farma di dalam Jalan Jombang Raya Nomor 18 B, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang di Tangerang, Kamis, mengutarakan kedua terdakwa ini berinisial EB (54) selaku Direktur PT Nucleus lalu SW (32), kepala mesin ekstraksi.
“Berdasarkan alat bukti yang mana cukup dan juga hasil rangkaian penyelidikan serta penyidikan, penyidik menetapkan dua pendatang terperiksa Direktur PT. NNN, serta kepala mesin ekstraksi,” katanya.
Dalam penanganan perkara tersebut, grup penyidik Polres Tangerang Selatan juga mengamankan beberapa jumlah alat bukti diantaranya buku manual mesin ekstraksi, hasil laboratorium forensik kemudian satu unit mesin ekstraksi.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan menambahkan bahwa PT. NNN sudah pernah beroperasi dan juga berproduksi selama kurang lebih besar lima tahun ke sebuah kompleks empat lantai yang mana berlokasi dalam wilayah Pondok Aren.
Lantai pertama, kata dia, digunakan sebagai lobi, lantai dua untuk administrasi, juga lantai tiga kemudian empat sebagai area produksi.
“Hasil cek TKP dengan syarat ledakan dari lantai 4, dimana ada mesin ekstrasi yang mana meledak pada pada waktu itu,” ujarnya.
Berdasarkan hasil peringkat perkara, kedua dituduh ditetapkan akibat kelalaiannya yang tersebut mengakibatkan terjadinya ledakan sebagaimana dimaksud di Pasal 188 KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.
“Atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling sejumlah Rp4.500.000,” tuturnya.
Sementara itu, hasil penelitian Puslabfor menerangkan dari sampel cairan yang digunakan diambil dari mesin ekstraksi ditemukan adanya isi etanol yang tersebut pada pada waktu kejadian telah dilakukan berbentuk uap etanol.
Dimana, penumpukan uap etanol menyebabkan peningkatan konsentrasi hingga mencapai titik jenuh, yang mana kemudian memicu terjadinya reaksi eksotermis, yaitu reaksi spontan yang digunakan menghasilkan kembali panas juga meningkatkan temperatur uap secara cepat, sehingga mengakibatkan terjadinya ledakan.














